Showing posts with label Ungkapan Hati. Show all posts
Showing posts with label Ungkapan Hati. Show all posts
Perlahan romantisme senandung sunyi mengalun merdu bagai kecapi,
mengiringi malam melantunkan kidungkidung asmara,
meski kadang terasa beku dan dingin menusuk relung hati.

Dikau rindu yang turun menyapa,
seperti laksamana embun yang turun dilangit malam,
menggetarkan titik-titik kebekuan dari jenuhnya malam hingga sampai ke ulu hati sang perindu.

Kau menebar rasa kerinduan yang tak biasa,
kau seperti menabur aroma luka kepada pewaris rindu seperti Dia yang kini tengah terisak mengobati luka.Kerinduan tlah menggema mengikuti hampir setiap waktunya bagai simpony elegi para pujangga dahulu.

Dia hanya seorang insan perindu,
menjadi perindu yang bertandang menemui malam sudah biasa baginya

Raut kesedihan terpancar di wajahnya dan kegundahan hati membuatnya terlihat begitu lemah dalam mencari keteguhan hati yang merantai rasa kerinduannya, dengan tegar ia mencoba kembali menguatkan pilarpilar hatinya, namun terkadang ia bertekuk lutut ketika muncul beratnya beban kerinduan itu, seakan tak kuasa ia menahan.

Seperti semu yang seakan mangabur untuk selamanya,
kini ia hanya sebentuk hati yang warnanya tak lagi sama dan seakan ia tak lagi ada diruang yang sama yang pernah ia tempati dahulu.
Begitu ia memaknai sendiri hatinya.

Pintanya hanya sederhana "Hati untuk hatiku"

Hati yang benarbenar mampu memberi penawar bagi luka
dan tak cukup hanya sebagai kiasan semata
Hati yang mampu mengubah badai menjadi damai
dan sedia menggengam hujan pada barisan pelangi

Dalam doanya suatu hari nanti langit akan membukakan pintu segala keajaiban hingga sampai pada suatu hari diujung suatu pagi yang akan datang menentramkan, memberi harapan pada tunastunas baru dan menguatkan sendi dan akar penopang semangatnya untuk bertahan.

Wahai kerinduan, Dia hanyalah seorang insan perindu...
mengapa dengan mudahnya kau meninggalkan bayanganmu dibalik kegelapan untuknya ?

Kau kerinduan yang datang seperti gairah liar yang sulit dipahami
kau kerinduan yang tak tersampaikan kepada sang pemiliknya.

Kau kerinduan yang meninggalakan tanda tanya kepada hati yang membutuhkan jawaban kemana ia akan berlabuh.

Katakan saja jika mungkin rindu ini terlalu tabu untuknya
maka ia akan berhenti untuk merindu.


Aku ingin membiarkan semu itu pergi seringan awan
yang datang diterpa angin Muson lalu mengubah pekatnya menjadi tiada.

Aku ingin kakunya kenangan lalu pergi dan tanpa malu untuk menghilangkan jejaknya

Namun serasa tak ada yang mampu mengubahnya menjadi secerah harapanku, bahkan mungkin keajaiban juga tak mampu, namun aku selalu berharap itu ada.

Aku ingin mencoba berjalan dalam rintik hujan dan menari riang memecah gersangnya gurun Kalahari agar aku bisa merasakan berharganya sebuah penantian.

Aku menginginkan adanya pelangi pada barisan hujan itu, namun aku takut mendapatinya lebih seperti rasa yang hanya datang sebentar dan tinggal seperti kenangan untuk selamanya, seperti indahnya rindu yang begitu cepat diciptakan oleh seseorang sepertimu dan aku begitu takut jika itu sulit untuk terhapuskan.

Aku tak ingin keteguhanku lagilagi runtuh seperti jatuhnya manik embun pagi yang menggenang didaun keladi, sebentar lalu jatuh diterpa angin dan hilang ditanah hitam yang tandus, seperti kenangan yang benarbenar tertelan dilembah beku dan tertutupi kabut pilu.

Aku selalu menatap langit saat aku bersedih dan saat aku merindu,
namun kini aku hanya terdiam menatap langit gelap, sebab aku tak tau kemana arah jalan menuju padamu.
langit tetap saja tak mau mendengar celotehanku dan seakan enggan menuntunku menemukan dirimu. kau seperti ada pada langit ketujuh tanpa mampu untuk kusentuh.

Aku tak memintamu untuk menjadi apapun,..

Aku tak memintamu menjadi pelangi pada barisan hujan itu
atau apapun yang terlihat lebih menyejukkan dan berwarna dari dirimu.

Cukup kau hadir mengisi singgasana hatiku yang ada untuk menguatkanku,
membuatku merasa berarti untukmu, dan tentunya dengan waktu yang tak cukup hanya sebentar.

" Aku hanya berAsumusi keajaiban itu ada dalam dirimu ? "

To; Amelia Senja


Aku yakin pada kepastian,
dan aku juga meyakini untuk sebuah ketertundaan

Ya Allah , . .
kuatkanlah hatiku pada keyakinanku
ketika aku belum menerima sebuah kepastian yang kuharapkan.

dan kuatkanlah hatiku . . .
ketika aku mengalami sebuah ketertundaan
agar tak hilang harapanku.

aku percaya padaMU . . .
keyakinan akan membawa kepastian
pada sebuah pencapaian akan satu keinginan



. . . . .
Dan jika cintaku masih tertunda padanya, tegarkanlah hatiku.
Mungkin cinta ini belum kuraih sepenuhnya
Ikhlaskanlah hatiku untuk menerima. . .

aku percaya padaMU
bahwa dibalik ketertundaan ada jawaban pasti yang KAU simpan
kepastian dari ribuan hari-hari penantianku
suatu jawaban atas doa - doaku

“aku tak bisa melanjutkan apa yang masih KAU tunda ,
Dan aku juga tak bisa menunda apa yang semestinya KAU lakukan ”

Namun kuyakin,
jawaban pasti adalah milikMU . . .



This is my sorrow . . ?

i can't feel my senses
Lost in the darkness
just feel the cold
even felt so frozen to me

fades . . .
this silence make me fades away
empty without rhythm
is there any chance for me . . ?
to trying . . .
to fix as previously when I was fine

how I was going through this alone
this silence too long for me

God . . .
give me streng
to face it with the strength of heart
i can't live this moment alone
send me the angel heart . . .

Aku merindukan datangnya impian
yang selama ini selalu kujaga dan kurangkai
dalam do'a dan harapanku untukmu

seperti remuknya benang yang terurai layu
ingin kurajut harapan ini menjadi sulaman terindah dihatimu
yang takkan kusut oleh tangan-tangan pelebur asa
dan takkan binasa walau sepercik api menjilatinya

ingin kita ungkap misteri dalam tabir kisah ini
sebab dua hati belumlah menyatu
masih terpisah diantara kisah yang tak sempurna

namun kuingin terus meraihnya untukmu
walau terkadang dibalik gelak dan tawa
ia adalah tangis yang tersembunyi

jika kumenangis dalam perjalanan menemukan harapan itu
biarlah dipundakmu kulepaskan airmata
sebab dirimulah yang mengerti arti airmataku

bersama dalam impian kita arungi lautan kehidupan
tegar dalam rasa tegar dalam asa
tak peduli jika akhirnya ada airmata
namun tetaplah kecupi manisnya walau itu pahit terasa

biarlah mulut dan tangan-tangan mereka
caci dan maki cinta kita
namun jangan biarkan tangan tangannya
merampas harapan kita

dan percayalah harapan itu kan kita temui
ketika takdir telah persatukan hati kita
sebab dalam do'alah harapan itu ada

jangan biarkan cinta ini berubah dan sirna
hingga sampai waktunya ketika takdir kita sendiri
tlah berkata " bahwa ia harus pergi "






...
kutuliskan ini Untukmu
walau tiada kisah yang tertulis sempurna
namun jagalah do'a dan harapan itu
H2


we're part of a story, part of a tale


Aku ingin menatapmu ...
Menjelma dalam tatapan fajar
Nikmati indahmu selama yang kuingini
Hingga waktu jenuh dengan lakuku

Dan saat langit mulai merona merah jingga
Kuingin diam dalam buaian keteduhan cahayanya
Memandangmu hingga kuterlelap ...

Jangan tanyakan bila matahari undur diri Memberi waktu dan ruang kepada gelapnya malam, bukankah ia masih Pinjamkan cahaya rembulan untukku, agar aku tetap menikmati indah senyummu meski hanya lewat cahayanya yang temaram.

Walau malam tertutup kabut kelabu
Biarlah aku terbujur dalam igauan mimpi malamku menjamah dirimu
Biarkan kuterbaring dalam lamunan hingga pagi datang menjelang
kembali menjemput tatapan sang fajar.

Andai aku adalah nafas dalam angin,
Aku ingin ...


Ingin menyapamu Dengan kata cinta ...
Dan menjelma dalam gema syahdu denting nada dawai hatiku
sesejuk embun dan selembut musim semi

yaa , , ,
Andai aku angin,
Jangan tanyakan kepada gunung yang kokoh berdiri,Kenapa ia menghalangiku pergi Bukankah ia tak ingin aku mrnjauh darimu agar kudapat memberimu kesejukan itu Dan bernafas bersamamu, Hidup dalam nafas kehidupan yang sama







> Begitu sulit kugambarkan
aku adalah angin
Tapi aku ingin kau rasakan bahwa aku ada
dalam udara yang kau hirup dalam desah nafasmu
H2

Dan kucoba Lukiskan hati dalam sebentuk puisi
Seakan tercipta sketsa nyata bayangan dirinya

Indah . . .
ketika dirinya menjadi jiwa
Dalam baitbait yang abadi dihatiku

Lewat tulisan ku utarakan isi hati
Dalam nada kata yang menggema terurai

Lewat tulisan kukagumi dirinya
Dengan tutur lembut bahasa
Paduan kata dalam cinta ,

Sebab Aku tak tau, . .
Bagaimana harus memuji dirinya
yang begitu indah...

@ langitku




. . . . .
Maaf !
sebagian postingan telah dihapus oleh author.

Cinta,
Adakah ia masih mengenalku...
Aku yang kini terdiam karenanya
Hingga tak satupun kata yang mampu kuucapkan

Hati ini selalu mengisyaratkanku untuk bicara
Namun katakata selalu patah terpenggal
Dilemahnya bibir akan tutur bahasa

Cinta,
Adakah ia merindukanku...
Sama seperti aku yang merasakannya
Seperti yang ada dihatiku.

Aku selalu merasakan debar ini,
Getaran yang selalu hadir mengusik hatiku
Hingga Menggelitik sukma dalam rongga dada.

Cinta,katakanlah kejujurannya
Ketika aku berpaling menyembunyikan air mata,
Apakah ia merasakan tangisku
Ketika tak seorangpun tampak mendengarku
Apakah ia mendengar

Kadang akupun bertanya,
Adakah ia tau tentangku disini ?

Aku selalu memanggil namanya,
Meski dalam malam yang hening dan sunyi
Ataupun ketika hujan datang bergemuruh
Dan ketika awan mulai menutup pintupintu langit

Namun aku selalu sedih jika ia menangis
Dan ketika tak ada seorangpun yang mendengarnya
selalu. . .
selalu kubisikan pada angin

Bahwa Aku Ada



. . . .
Cinta,jangan paksa ia harus pergi,
Akan kucoba merangkai katakata ini kembali,
Meski tak sempurna



khayal sepiku mulai menjamah lorong gelap pikiranku,,,
Perlahan Sirus-sirus kelabu mulai berganti.
Dan taburan bintang mulai menghilang bergantikan awan hitam.

jemari malam pun mulai menari menuliskan bait-baitnya,
Entah apa prosa yang kan kau cipta duhai malamku...

lonceng malam begitu kuat terdera hingga lara yang ada sedikti goyah.
Nafasku bergemuruh merasakan pengapnya untaian malam
Yang sepi tanpa makna...

Sepi yang mungkin kan selalu ada disisiku,
Sebab di ujung pagi ia kembali kepadaku,
Entah kapan ia kan pergi...
Seakan menjadi saksi bisu dari rentanya waktu yang terbuang.


Terkadang aku menatap nuansa kelabu itu
Sebagai aroma luka dari serpihan puing-puing lara yang tersisa...

Benarkah sepi itu hanya bayangan...?
Kalau benar, Lalu mengapa dirimu bisa kurasakan nyata...

Benarkah rasa ini bisu..?

Tapi Mengapa bisa kurasakan denyut nadimu mengisyaratkan
Sebuah rasa kepada nuraniku...

Karena memang bagiku dirimu ada seperti kenyatan persaanku,
Bukanlah bayangan semu...

Berikan aku Cintamu,
Agar ku bisa menatap keindahan karnamu,
Dan bisa memaknai siangku dan malamku

Dan Lukiskanlah semu itu pada kenyataan ini, biar tergores sebuah makna
Dan tak lagi ada aroma luka yang begitu perih kurasakan.

Sungguh ku tak ingin kau jauh,
Ku mohon kau jangan pergi,
Tinggalkan ku Sendiri dan menua karena sang waktu...


Karena tak ada penawar yang lebih indah selain Cintamu...?

Aku menyintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah Cintaku padamu. [Imam Nawawi]
. . . . .


Kau adalah permata,
Wanita terindah hiasan dunia,
Bahkan terindah dari yang lainnya . . .

Tak hanya kerudung yang mempercantik wajahmu
Tak hanya senyum yang memperindah parasmu
Melainkan agama yang ada padamu . . .


wanita terindah

Tidaklah kicauan merdu seekor burung yang ingin kudengar
Melainkan lafadz suci ayat-ayat Al-Qur'an
Yang aku dambakan darimu . . .

Bukan tepian yang ingin ku seberangi dengan sampan,
Tapi bahtera kehidupan,
Yang ingin ku dayung bersamamu dalam Do'a Dan harapan . . .

Telah terketuk bilik hatiku untuk mencintaimu,
Dan kini kau ada di tiap rukuk dan sujud ku kepada-Nya
Selalu tergeming namamu di uraian Do'a ku kepada-Nya.

Ya Allah . . . Ya rabbi . . . ,
Jangan biarkan cinta ini ternoda,jagalah kesucian nya
Jika ia yang terbaik untuk ku,jagalah cintanya kepadaku
Sebab ku tak ingin menCinta dalam dosa,
Bila keyakinan itu telah hilang dari agamaMu
Dan berbekas oleh kemunafikan akan agamaMu . . .

Ya Allah . . .
Aku mencintai orang yang KAU Cintai agamanya,
Teguhkanlah agamaku dan agama yang ada padanya.
Agar kelak terbuka pintu surgaMu . . .



. . . . ,
Teristimewa untukmu,
Wahai Wanita terindah, Muslimah dan Sholihah.

H

[Ls]


Pernah berharap punya seribu sayap
nyatanya tak satupun yang kumiliki
andai pun kudapat sehelai bulu merak,
sepertinya sulit untuk merajutnya menjadi sayap malaikat
dan mungkin tak kan ada arti jika kubisa
karena tak kan sesempurna sayap yang kau miliki...



Pernah bermimpi bertemu bidadari
nyatanya bertemu denganmu saja ku tak sanggup
bahkan menatap wajahmu pun sulit rasanya
andai pun ku beranikan diri
mungkin jantungku berdetak tak berirama
karena kau memang indah...


Pernah ku merangkai kata menjadi bait-bait kecil
nyatanya tak cukup bermakna untuk sebuah puisi
bahkan syair terindah pun tak cukup kuat
meluluhkan hatimu
karena kau memang tak ingin pujian...


Pernah terpikir menjadi seorang ksatria tangguh
ternyata aku hanyalah seorang petualang miskin
yang lemah tak berdaya
selalu tersesat tiap melangkah
karena kau mengalihkan jalanku keduniamu...

pula....
bukan tak pernah ku coba masuki hatimu
bahkan hampir setiap waktu aku mencoba
pun kalau aku bisa, ku tak ingin rasanya beranjak pergi
tak sanggup kulepas dari hatimu
penjara hatimu begitu kuat kurasakan
karena kau memiliki hati yang tegar...



Dan terakhir aku bermimpi...
ku merasakan kau adalah aku
karena memang aku kan selalu menjadi dirimu
tapi kenapa aku terlambat menyadari mimpi ini
hingga kau pun berlalu...

MySpace generator: CoolSpaceTricks.com

__________________________________
I have been waiting for Someone Like U,
And Now I'm still Alone....



Darimu kudapatkan hidupku
dan karnamu ku bisa tegar menjalani nya...


sentuhan tanganmu buatku indah
sampai tak ada luka yang kurasakan
tak ada rasa yang membebani saat ku terlelap...

darimu ku bisa mengerti
hidup tak harus hitam ataupun putih
ataupun cinta ini....

hanya saja itu sebuah perbedaan yang menyempurnakan
aku dan kamu tak harus bintang ataupun rembulan
tapi sebuah dunia yang kita miliki berdua...


hangat pelukmu masih kurasakan di setiap waktuku
karena semangatku ada di lelap dan tidurmu
karena nafasku di hidup dan matimu...

Sepi dan kekosongan terasa saat senja beranjak meninggalkan kepingan hidup dari hari yang tlah terlewati, Lazuardi pun mulai merona merah jingga terbias sinar mentari di ufuk barat,dan duka pun akan berselimut kabut malam saat sunyi hadir menyapa dan akan terlelap sebagian kehidupan,Mungkin hanya sedikit kecil tawa riang yang masih bertahan bergelut menatap hiruk pikuknya dunia,

"Di dinding kamar ini aku bersandar mengenang hari-hariku, hari-hari yang tak terlalu indah untuk diceritakan, mungkin...!
Andai dinding ini bisa berbicara,tak tau berapa banyak cerita yang mungkin bisa ia bagi. Andai dinding ini lembaran kertas,mungkin tak kan cukup untuk menuliskan kisah ini Hanya bagian kecil saja yang terungkap. Hati ku gelisah, tak tau sebenarnya apa yang mengganjal di pikiranku... Aku bertanya pada perasaanku sendiri...


"apakah hati ini terluka...? adakah sesuatau yang membuatnya luka...? Hingga canda tak lagi mampu membuatku tertawa,,.


Dan Tak ada nada yang Menggema indah Dibalik warna kehidupan yang kurasakan sekarang.setiap malam mulai beranjak sunyi,seakan aku kalah dalam perang nya, perang antara emosi dan perasaan ku sendiri.Sesaat perasaan ku menang dan sesaat perasaan ku kalah melawan emosi ku sendiri.seperti ada sesuatu yang merampas keyakinan ku dan aku seperti terhempas di belantaran kepasrahan ku....

sesaat pula aku berpikir...Inikah hidupku, hidup yang selalu sepi, redup bagaikan sinar temaram senja ,cahaya yang bergantung di lazuardi itu,,, taman langit senja itu.
Aku merasa merasa terasing di tengah kesepianku seorang diri ,menjadi orang asing ditempat yang asing.Aku bingung Ketika malam-malam yang berlalu tak dapat menjawab kegelisahan ini.Ketika tanganku tak sanggup tuk meraih semua yang kumau,Dan bibirku pun tak sanggup untuk bicara apa yang ku ingini ,Adakah kebekuan yang tlah merasuki jalan piliranku.Hingga tak ada sebuah kehangatan di hati ku.
Aku rindu...rindu...
merindukan apa...?
rindu senyum, rindu tawa, atau rindu cinta,
atau rindu kerinduan saja.

Apa aku Rindu akan seseorang. Tapi siapakah yang aku rindukan...?
Pantaskah aku merindukan Dia...?
Benarkah aku hanya merindukan bayangan...?
Bayangan yang slalu hadir dalam mimpiku,seperti sosok sang dewi yang berparas cantik, dewi yang baik hati, yang berjiwa tegar dan bijak...dan mungkin sosok terhebat yang pernah ada.

mugkin kah itu hanya khayalan ku saja...? Benarkah selama ini aku hanya bergelut dengan mimpi-mimpi kosong belaka...?
Tak cukupkah selama ini kukejar mimpi ku...?
ataukah aku masih berlari membawa kesendirian ini..?, dan menutup hatiku untuk ku sendiri!

Sedang aku masih gelisah dengan perasaanku,
Karena tak satupun jawaban yang kudapat dari hatiku, hatiku enggan berbicara.

Dan malam pun mulai berjalan mengikuti jejak-jejak nya, . .

Kuarahkan pandanganku ke langit malam, kulihat langit begitu cerah malam ini, Membuat awan yang tadi senja berwarna oranye kini menjadi biru bahkan berbentuk seperti lukisan bulu merak, seperti permadani, tampak begitu sempurna,
sepertinya sang rembulan hadir dengan kehangatan nya,dia tau keberadaanku disini,aku yang tersiksa dengan kesendirian dan penantianku...
Seakan ia tersenyum menatap ku,tapi ia terlihat enggan untuk turun menyapaku disini.Tapi perasaanku sedikit tenang dengan kehadiran sang rembulan itu,senyum nya begitu indah.Ada kesejukan yang kurasakan dalam jiwaku,sepertinya Perasaan dan emosi ku mulai tenang.

aku merasakan hati ku berbisik sesuatu,...
"seperti itulah senyum sang dewi mu, Dibalik senyum rembulan itu,...
Raihlah hati rembulan itu dan temui ia di mimpimu hingga kau mendapatinya dalam kenyataan
Tersenyumlah mengejar mimpimu, karena senyuman terindah itu lahir dari hati yang tulus.

Tersenyumlah menatap dunia mu, dan dunia akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk mu."

Aku masih disini, duduk bersandar di dinding kamarku yang dingin,
Dinding kamar yang selalu menjadi saksi bisu petualangan mimpiku,
Teman yang tak pernah menangis saatku bersedih,
Teman yang tak pernah ikut tertawa saat aku senang,
tetapi ia begitu setia menemani dan mendengar ceritaku,
dinding ini begitu tegar,
andai aku bisa setegar itu menghadapi hidup ini...

Tapi bukankah dulu aku pernah berjanji,
tak kan lagi merindukan sosok yang hanya bisa menjadi bayangan…?
itu janji dulu, janji ketika aku masih apa adanya,ketika aku belum mengenal duniaku.
Sekarang akupun tersadar.., tak ada yang bisa kulakukan . tak berapa jauh aku berjalan jika dibanding dengan umurku hidup di dunia…umur yang tlah usang dimakan waktu, diraut oleh keping-keping kehidupan…
Aku harus belajar mencintai untuk kehidupan ini, belajar tentang makna dari kehidupan.Karna Takkan ada kehidupan tanpa cinta,karena cinta itu sendiri adalah kehidupan.


Tapi Dimanakah cintaku..?
Siapakah Yang bisa menjadi teman dihidupku nanti, menjalani hari tua di kehidupan yang damai,Dan aku berharap itu bukan hanya mimpi belaka,,,
Aku harus bisa lebih tegar dari dinding kamarku ini, seperti tegarnya karang menantang ombak.

"tak terasa sebentar lagi jejak- jejak malam akan berlalu berganti pagi
Dan Suara embun pun ikut terdengar turun meresapi dedaunan...
Seperti nya mentari sudah tak sabar ingin memunculkan diri,
Dan Aku merasa lelah berkutik dengan waktu malam ini, Aku merebahkan diri dikasur tempat tidur,perlahan mataku mulai terpejam,Aku tertidur Dengan sedikit tanda Tanya akan bisikan hati ku,
Apa yang dimaksud hati ku..?
Apa maksud dari semua ini,,,? Mungkinkah semangat ku ada di senyum itu, senyum sang rembulan itu...? Mungkinkah mimpiku akan terjawab saat pagi tlah datang..?
ENTAH.
Aku masih tak tak mengerti apa yang dibisikan hati ku...Tapi suatu saat jawaban itu akan kudapatkan...

Jawaban untuk hatiku,
Jawaban untuk sang rembulan,
Jawaban untuk CInta ku...


Cintaku bagaikan menari
diatas selaput kering daun yang rapuh
harapan yang tlah habis terkikis oleh panas dan hujan.
aku yang tak sanggup berdiri ditengah badai...
aku yang tak sanggup berlari mengejar mimpi...

hanya sunyi tempat ku diam,
hanya malam tempatku berbagi,
karena aku hanyalah raga yang rapuh,
karena aku hanyalah jiwa yang sepi,
yang harus siap terkubur bila panas dan hujan datang,
yang harus siap tertelan bila badai datang.....

Popular Posts

TOP Comments

Followers

Total Pageviews

FanPage