Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Biarkan waktu berlalu,
biarkan sejenak aku berpikir tentang buruknya keadaan,
hingga hilang segala luka, perih, ketakutan dan segala hal yang penuh keraguan...
Entah itu tentang apa, aku juga tak tau benar
bila itu hanyalah sebuah ketakutan yang tak nyata, tapi sulit bila hanya sekedar mencoba untuk dimengerti "Mengapa AKU begini".

. . . . .

Mungkin itulah kalimat yang dulu tengah aku renungkan sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak dalam menulis. tapi keadaan tak mengubah apapun, aku tertahan begitu lama meski sekeras apapun aku mencoba untuk menulis.
Motivasi dan inspirasi menulis seperti telah hilang begitu saja. Hiatus tepatnya, yaaa... seperti menemukan titik tengah kejenuhan yang dalam, dan rasanya berada pada titik kekosongan dan ruang "kosong" itu benar-benar ada pada saat itu.

Mungkin hal itulah yang membuatku terlalu lama tak menulis suatu tulisan apapun di rumah Virtual Langit Senja ini. Seperti diam dalam jeda waktu yang panjang, begitulah kira-kira jika di ibaratkan. Tapi sekarang muncul kembali keinginan untuk mencoba menulis, sekedar membangkitkan kembali semangat yang tlah lama hilang.
Dan saat ini Aku seperti baru saja terlepas dari PARANOIA itu.
. . . . .


. . . . .
Sedikit ingin mengulas tentang kebiasaan menulis,
Menulis merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan ide dan kreatifitas.
Menulis itu mudah, bahkan semua orang yang mengenal baca tulis bisa menulis, tapi tak semua orang mampu merangkai kata dengan baik terlebih untuk bisa merangkai kata-kata yang indah atau tulisan yang sarat akan makna atau yang bahkan bisa menyentuh orang lain yang membacanya.
Dengan menulis kamu bisa menggambarkan perasaanmu, isi hati atau impianmu.
Apapun yang kamu rasa, baik sedih atau bahagia bebaskanlah semuanya, tak ada salahnya mencoba menuangkannya kedalam bentuk tulisan.
(Dan akupun sedang berusaha demikian).

Sampai pada level tertentu menulis itu bukan lagi sebuah bakat, tapi kemampuan yang bisa dipelajari dalam mengulas dan mengolah kata. Berbagai macam bentuk tulisan yang bisa kamu ekspresikan, dan itu tergantung kebutuhan atau kesenangan, begitu banyak jenis tulisan yang bisa kita buat untuk mengekspresikan diri, beberapa diantaranya kita bisa membuat tulisan dalam bentuk cerita pendek, puisi, sajak atau prosa yang disebut dengan karya sastra tulis.

Namun terkadang yang menjadi masalah dalam menulis adalah motivasi dan inspirasi. Tapi apapun keadaannya kamu harus memiliki semangat, seperti disaat kamu sedang merasa kesepian, merasa sendiri, atau saat kamu terpojok oleh suatu masalah seperti beban pikiran, perasaan yang Galau dan saat tak seorangpun yang bisa mengerti keadaanmu.
Lepaskanlah semua masalah yang membelenggu, tuangkanlah kedalam bentuk tulisan. walaupun hasil tulisanmu terkesan sederhana dan biasa saja tapi cobalah untuk menulis, bebaskan imajinasi dan perasaanmu secara alami dengan menulis.
Sebaliknya, coba bayangkan ketika kamu mengalami hal-hal terindah, sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang membuatmu merasa bahagia sehingga membuat perasaan terasa damai,
bukankah hal tersebut akan membuat tulisanmu menjadi lebih indah dan mampu menyentuh hati orang lain yang membacanya, bahkan mereka ikut menjiwai tulisanmu.

Maka menulislah, karena dengan menulis kamu akan merasa terbebaskan...


Pernah Suatu waktu Kita berjalan bersama untuk sebuah tujuan,
Dan tak menyadari seberapa besar mimpi yang kita punya, namun setegar karang yang memaku ombak kita yakin untuk tetap bertahan.

Dan pernah suatu waktu pula kita terpisah untuk satu tujan yang lain,
Namun ketika salah satu antara kita jatuh Kita mencoba saling menopang untuk bangkit bersama.

Suatu ketika Kita terhenti menyaksikan langit yang mahaluas indahnya, dan itu seperti sebuah kebebasan tanpa batas yang kita nikmati bersama.

Ketika Saatnya datang gemuruh dan halilintar, kita terdiam dan berpelukan Dibawah tatapan langit hitam, saling terpaku dan ketakutan merenungi perjalanan kita bersama
Dan suatu waktu Kita bermimpi tentang masa depan dan melihat Matahari yang masih sama, Matahari yang serupa tegasnya tatapan mata dunia melihat harapan kita.
dan Saat malam pun, Rembulan yang menyapa masih terlihat sama, serupa dinginnya tatapan kesunyian dan kepedihan.

Tapi AKU masih bisa bermimpi dalam kepedihan itu, begitupun KAMU.
Karena KITA adalah SATU dari sekian MIMPI,..
KITA adalah IMAJINASI dari adanya dunia,..
KITA adalah PERUBAHAN yang telah terukir dalam rentang waktu yang terus berjalan di mukabumi ini.

Sejenak kita merenunginya bersama ;
Apakah selama ini kita hanya berMIMPI saja dalam tidur yang cukup lama, ataukah kita tak pernah terbangun untuk sejenak dan meraihnya.

Dan kuyakinkan padamu ;
" Tak ada mimpi yang lebih besar selain kemampuan untuk merubah diri sendiri agar menjadi berarti "
Dan Kurasa akhirnya kita akan mengerti, Sebesar apa MIMPI dan keingingan itu.
Hidup tak hanya disini; karena ia adalah sebuah perjalanan
. . . . .
Kelak; Keabadian lah akhir dari setiap perjalanan

 
Kita hanyalah bagian dari cerita, bagian dari kisah
Dan kita semua ada dalam perjalanan panjang ini, . . 

Hiduplah untuk menceritakan kisahmu,
Baik atau buruk, hitam ataupun putih adanya.

Bagaikan hari yang selalu berganti,
Dan waktu yang terus berjalan

Tak dapat kuulang hari yang telah berlalu
Meski jejaknya terpahat diatas batu yang begitu keras
Tak dapat kuputar balik lingkaran waktu
Meski ia mengalir perlahan dalam danau yang begitu tenang
. . . . .

AKU Melintasi garis dan sudut waktu,
Meninggalkan hari ini dibelakang hari Esok
Dan berharap AKU tak tertinggalkan Oleh waktu,
Ketika esok AKU tersadar dan teringat;
Bahwa hari ini telah kusia-siakan



-Time is precious-
MengingatMU,
Adalah manisnya setitik rindu
Melebihi manisnya secawan anggur,

MerinduMU,
Semakin kutau, tak ada kata terindah
Yang tersemat dalam hati selain menyebut namaMU

MencintaiMU,
Semakin kutau, tak ada sesuatu yang lebih sempurna
Dalam hidup ini selain Cintamu yang Hakiki
. . . . .

Ketika kubersimpuh dihamparan sajadah
Terasakan tenangnya lautan nikmatMU

Begitu dekat Kau dalam sujudku
Melebihi dekatnya urat nadiku
. . . . .

Jika tangisku masih ada
Biarkanlah habis airmataku
Karena aku mengiba CintaMU


Aku Insan biasa yang selalu rindu akan CintaMU

Yaa Allah yaa rabb, . .
Kaulah sang maha Cinta,
Yang selalu mengingatkan dan memaafkan

Yaa Allah yaa rabb, . .
Kaulah sang maha Cinta,
Yang mencintaiku selalu, apa adanya aku
. . . . .

Cinta kepadaMU menjadi jawaban ;

" Untuk apa Aku menjalani hidup ini, . ."

AKU adalah AKU
yang terlahir dari bagian sejarah masa lalu
namun AKU belumlah AKU saat ini

Sejarah masa silam telah membuka lembaran kisahku
dan akupun memulai pencarian siapa AKU

AKU memulai perjalanan
dari TITIK, GARIS dan LINGKARAN

GARIS lurus bernama badai kehidupan
lurus, namun kadang berliku jika dilewati

Dan AKU terapung dalam liku gelombang
bagai TITIK dilautan

Dan AKU menerjang badai itu
untuk menantang melawan rintang

Dan AKU mulai bergerak melalui LINGKARAN
LINGKARAN yang bernama takdir

Dari takdir yang melingkari perjalananku
AKU mencari makna dan memaknai

Dan apapun akhirnya
itulah takdir AKU


*AKU adalah apa yang takdir katakan;
Jika Takdir berkata AKU adalah TITIK, itulah waktu dimana AKU memulai kehidupan
Jika Takdir berkata AKU adalah GARIS, itulah waktu dimana AKU tlah siap menjalani kehidupan
Jika takdir berkata AKU adalah LINGKARAN, itulah waktu dimana aku tlah memenuhi perjalanan Dan bersiap untuk kembali.
 
. . . . .
AKU melangkah dari TITIK, dan ketika TITIK itu menjadi GARIS lurus, AKU melewati GARIS tersebut, dan membentuk lingkaran kehidupan AKU,
Maka biarkanlah semua itu menjadi perjalanan AKU, hingga kutemui AKU adalah AKU.
Yang berawal dari satu TITIK dan kan kembali pula kepada TITIK awal
ketika AKU terlahir Menjadi AKU yang sebelumnya.



Philosophy ;
" Kita berawal dari TITIK
Dan melewati GARIS,
Hingga Terbentuk LINGKARAN
Dan kita pun akan kembali ke TITIK Awal tersebut "


Bahwa Hidup hanyalah sebuah perjalanan.
AKU adalah kita semua, yang berada di dunia yang sama
yang berasal dan berawal dari satu TITIK yang sama, namun dengan masing-masing GARIS, dan LINGKARAN yang berbeda.
dan akhirnya kita akan kembali ke TITIK awal dimana kita berasal.

Kita adalah TITIK kecil milik-NYA.
CINTA merupakan sebuah ANUGERAH.
Hal terindah yang ada dalam diri setiap insan manusia, Dan setiap insan hidup dengan memiliki seni* masing-masing untuk memaknainya.
Cinta menjadi sebuah nilai yang membuat kehidupan berharga dan bermakna, namun cinta bukanlah nilai yang bisa dibayar dengan harga apapun, karena cinta adalah nilai batin yang Rohaniah.

CINTA Adalah FITRAH

Cinta mengajarkan kita banyak hal tentang hidup,
Bahwa hidup adalah perjuangan,
perjuangan untuk menang* dan perjuangan untuk bertahan.
Bahwa hidup adalah pencapaian harapan*,
pencapaian akan sesuatu*, dari ilusi mimpi menjadi nyata.
Bahwa hidup adalah sebuah perjalanan,
perjalanan untuk melangkah dan mengenal kehidupan.

Kita dalam Perjuangan hidup
Kita terlahir menjadi seorang pemenang, dan ketika kita tumbuh dan belajar, kita harus bisa bertahan dalam kemenangan itu, Perjuangan adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita, karena kita akan sentiasa menjadi sombong dengan segala kemudahan, hingga akhirnya jatuh dan kalah.
Hidup adalah perjuangan, dan disitu kita juga butuh pengorbanan.

" Ketika kita meminta sesuatu berupa kekuatan dalam hidup,
Tuhan memberikannya berupa kesulitan lebih dulu, dan kita harus berjuang dalam kesulitan tersebut, dimana akhirnya itu menjadikan kita tegar dan bijaksana dalam menilai hidup "


Kita dalam sebuah perjalanan
Bahwa hidup tak hanya disini,
tempat dimana awal mula kita terlahir, berpijak dan melangkah.
hidup harus terus berjalan " life must go on "
dan berdirilah dengan keyakinan, agar kita berani untuk menempuh perjalan menemukan kehidupan.
Namun ingatlah, bahwa setiap perjalan akan berakhir pada satu tujuan yang telah dicapai, dan perjalanan awal hidup hingga sekarang adalah penentuan hari esok.

Menemukan harapan itu

Hiduplah dengan penuh harapan,
Bahwa disana masih ada kehidupan yang menanti,
Suatu Harapan untuk ditemukan.

Quotes ;
Hidup menjadi sangat bermakna,
" Ketika cinta menghampiri, mengisi dan menjadi bagian dari hidup.
dan hiduplah dengan seni* cinta yang bisa melukis indahnya kanvas kehidupan yang terbentang luas."

* Hiduplah Menjadi Pemenang
" Pemenang yang tak takut dari kekalahan,
bukan penakut yang tak pernah menang dalam hidup .


* Hiduplah Untuk Sesuatu
" Hidup tak selalu menjanjikan kesuksesan,
jika gagal, ambil sesuatu dari kegagalan itu
dan jadikan kegagalan itu menjadi suatu kesuksesan ."


* Hiduplah Dengan Harapan
" Harapan adalah hal terbaik dalam hidup,
bahkan ketika kita tak pernah berharap, harapan itu selalu ada ."



CINTA dan KEHIDUPAN adalah satu bagian
Hiduplah menuju Cinta yang Hakiki milikNYA
Dan jadikanlah tujuan dalam hidup adalah
mengenal dunia untuk akhirat
.

Cinta dan kehidupan


KARENA HARAPAN ITU SEPERTI MATAHARI


Dikedamaian hati
Aku selalu ingin diam tenang disetiap ku menatap langit,
Menyaksikannya berkelakar membuka pintu bagi cahaya,
Merasakan hangat lembutnya sentuhan mentari menyapa,
Dan Menyaksikannya ketika malam tlah menutup pintupintu langit menggantikan siang,
ku ingin tetap Merasakan kemegahan anugrahNYA.
Menikmati indahnya kehidupan siang dan malam yang selalu berganti,
Seterusnya hingga ku tiada.

Dikehidupanku
DiLangit ilahi yang menjadi junjungan bagi semua
DiBumi ilahi yang menjadi tuntunan bagi semua
Berteduh aku dijunjungan langitNYA
Dan melangkah aku berjalan dibumiNYA
Mencari arti dan menelusuri kehidupan

Langit kutunggu bumi kutawan
kuingin titipkan doa pada malaikat penjaga langit
Berharap sang maha mendengarku


Ya Allah ya Rabb . . .
Tlah sejauh ini kumelangkah dijalanMU
Berteduh dilangitMU dan menapaki kaki menjejaki bumiMU

Lupakanlah aku sejenak pada keangkuhan dunia
bila aku ingat padamu
Ketika tangis airmataku tercurah Menyesali dosa dan kelalalaianku
Rendahkanlah hatiku bila ku sujud padamu
Sucikanlah jiwa ini bila ku menyebut namamu
Dalam do’a kumengucap asmamu Berharap ridho dan ampunanmu

Ya Allah ya Rabb . . .
KAU Tempatku singgah tuk berteduh dan mengadu
Jika selama ini langkahku mengarah kepada dosa
Maafkanlah aku yang tlah salah melangkah dijalanMU
Tuntunlah aku dalam cintaMU

Dalam sujud kuhantarkan maaf
Bimbinglah hatiku dengan terangnya cahaya tuntunanMU
Jagalah ucapanku dalam kelembutan tuturan

Ya Allah ya Rabb . . .
Dalam do’a kuingin meraih cintaMU
Sebening embun Dan Secerah langhit syurgaMU
CIntaMU lah tempat persinggahanku yang terakhir.
. . .






. . . . .
@060610
Genap sudah umurku 23 tahun.
Tak seberapa jauh aku mengerti tentang kehidupan ini, Bila dibandingkan Umurku sekarang. Usia yang bertambah telah meraut mengurangi sisa hidupku didunia,
Telah kurasakan berbagai nikmat yang Ia beri, Aku bersyukur atas semua yang kuperoleh,

Dan semoga kubisa merasakan sejatinya hidup yang indah, Semoga kubisa lebih meyikapi hidup dengan dewasa, berubah kearah yang lebih baik,
Dan menjalani kesederhanaan dalam hidup.

Semoga kubisa lebih mensyukuri kehidupan ini
AMIN . , ,

perubahan . . .
kita selalu tumbuh dan mengalami
perubahan bersama waktu . . .

ketika kecil aku memiliki sebuah impian
untuk mengubah dunia.
perlahan aku tumbuh dan mulai mengerti kalau impian itu begitu sulit terlaksana,

Akupun mengerti
Suatu tekad yang besar, Akan membutuhkan kekuatan besar pula untuk melakuakannya.


Sejak itu kuputuskan untuk mengubah negeriku sendiri
dimana aku lahir dan tumbuh untuk memiliki mimpi.

Dan ternyata negeriku yang kecil tak jua kunjung
Mengalami perubahan dengan apa yang kulakukan.

Lalu kuputuskan untuk mengubah keluargaku sendiri
Dalam waktu yang cukup lama kurasakan keluargaku juga tak berubah.

Dan akhirnya
kuputuskan untuk mengubah apa yang belum berubah
pada diriku sendiri, yaitu aku masih harus belajar untuk mengerti Akan hasrat sebuah perubahan,

Andai kemarin aku lebih dulu mengubah diriku sendiri
mungkin keluargaku perlahan ikut berubah,
dan akupun bisa membuat perubahan untuk negeriku sendiri, dan manakala suatu saat aku bisa mengubah dunia.



.......................................................................
// Inspirasi dari sebuah Tulisan mading kampus
dan perubahan kecil


. . . . .
kita selalu memiliki hasrat untuk selalu berubah,
dari hal yang buruk kita ingin menjadi baik, dari kekurangan kita selalu ingin lebih, bahkan lebih dari itu kita ingin sempurna.
Bukankah sempurna itu sulit dilakukan . . .?

Tapi syukurilah kesederhanaan yang kita miliki,
mungkin dengan itu kita bisa melihat kesempurnaan dari sesuatu yang terlihat sederhana.

Belajarlah,
Bagaimana seharusnya kita bisa mengerti apa yang tak kita tau Dan sebaliknya, tau apa yang tak kita mengerti.

Dan syukurilah kalau kita belum mengerti, sebab kita akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan belajar.

Syukurilah apa yang dapat kita lakukan hari ini,
walau hanya perubahan kecil, manakala Suatu saat apa yang kita kerjakan bisa menjadikan perubahan yang besar.

Lihatlah suatu yang kecil itu dengan pandangan yang sempurna dan lakukan perubahan yang sederhana, manakala suatu saat bisa terlihat menjadi sempurna untuk kita dan orang lain.

Hari selalu berganti menjelajahi waktu, begitu sempit bahkan terkadang menyesakkan dada,Dari sekian waktu yang kita jalani kita pun tak luput dari khilaf dan dosa.ketika malam kita diberikan kesempatan menutup mata dengan lelap dalam nafas yang tenang. dan hari esok masih Ia janjikan untuk kita jalani sekali lagi, dan kesempatan itu Ia berikan lagi hingga hari esok pun kita masih terlelap menutup mata dalam malam yang begitu indah.

Adakah kita semua ingat akan hari-hari sebelumnya
dimana segala amarah, kesombongan, kebencian,dan keangkuhan meraja dalam kesenangan dihati, hiruk pikuk dan bingar dunia membuat lupa akan diriNYA
adakah kita semua telah begitu lupa akan keagunganNYA,
sedang untuk hari esok tak pernah terpikirkan oleh kita, kalau saja semua kesenangan
dan kesombongan itu sekejap bisa berakhir dalam detik yang begitu cepat dan kita menutup mata dalam kehinaan dan dosa jika tiada sempat tangan kita menengadah berucap maaf dan memohon ampunanNYA.

...


Ya ALLAH,
kusadari aku hanyalah hambaMU yang hina dan penuh noda
Di sepertiga malam ini, diwaktu yang begitu dingin dan beku
Dalam senyapnya waktu subuh yang berkabut embun
Seorang hamba terbangun dari lamunan malam
Datang kepadaMU dengan kerendahan jiwa

Ya ALLAH,
Dalam hitungan detik, menit, jam, minggu dan bulan
Bahkan hingga bertahun lamanya
Entah berapa dosa yang tercipta Dari raga ini
Mata yang selalu melihat kesenangan
Mulut yang selalu angkuh dalam kesombongan
tangan-tangan yang selalu sombong,
Dan kaki-kaki yang selalu salah melangkah dijalanMU

Jiwa ini begitu kotor bagai terbenam
Dalam lumpur yang berbau
Dan kini raga pun mulai rapuh menopang umur
yang terbalut dosa
Akankah dosa yang ada bertahun-tahun lamanya
Bisa ter maafkan dalam hitungan detik
Ketika fajar yang menyingsing hangat
tak lagi terasakan sepenuhnya
Dan Tetesan embun tak lagi terasa sejuk menyentuh hati

Izinkanlah waktu ini,
Kaki yang lemah ini bersimpuh
Dan Menengadahkan tangan mengucap maaf dalam do’a
Raga yang lemah ini bersembah bersujud dihadapanMU
memohon ampunanMU

Agar esok dan seterusnya masih terasa cerahnya hari
Dan indahnya malam.
Hingga saat waktunya jiwa ini tlah benar-benar siap
Berada dalam dekapan disisiMU...

Sajadah panjang ini masih membentang lurus
Menghadap kiblat-NYA . . .

Kerap kurasakan denyut nadi ini semakin menguat ,
Ketika cahaya mentari mulai beranjak di peraduannya ,

Tirai kelabu gelapnya malam mulai tersingkap dihadapanku ,
Mungkin ada Sepasang mata malaikat yang selalu
Mengamatiku dari tirai kelambu yang berupa jubah hitam itu . . .

Aku merasa tak kuasa melihat embun itu,
Ia begitu deras mengalir hingga lupa menyapa pucuk dedaunan
Terlalu cepat ia meresap mencapai tanah yang kering itu ,

Hanya semut-semut hitam
Yang berjajar rapi pada pokok kayu berlumut yang kulihat ,
Akankah ia menjadi tentara malaikat itu , . ?

Atau mungkin ia telah sedia menanti untuk menggiringku
Ke tanah tandus itu . . .

kalbuku terasa remuk tertusuk oleh keangkuhanku ,
Aku tak ingin malam ini hilang.
Sebab di malam lah aku tenang bersimpuh mengucap asma-NYA ,
Tapi Tak kan mungkin juga siang tak kan datang menjelang ,
Karena itulah titah-NYA , . .

Inikah batas akhirku . . ?

Aku masih belum siap menjadi iringan semut-semut itu,
Iringan akan perjalanan dosaku,
Aku masih belum siap menjadi tawanan malaikat itu,
Tawanan dosa –dosa yang ada . . .

Sedang noda ini,
terlalu hitam dan pekat untuk menempuh perjalanan ,
Terbujur layu aku di ke akuan beku jiwaku yang rapuh . . .

Akankah sajadah panjang ini sempat kulipat,
Sebelum malaikat-NYA memanggilku . . ?

Aku apakah aku,
Andai aku terlihat rapuh sepokok kayu
Aku tak ingin menjadi benalu...

Aku apakah aku,
Andai aku terlihat seperti kumbang
Aku tak ingin dipanggil jalang...

Aku apakah aku,
Andai benar aku benalu,
Aku tak ingin merayu dan mencumbu, lalu menipu...

Aku apakah aku
Andai benar aku jalang,
Aku tak ingin menjadi liar dan gersang...

Aku apakah aku,
Andai aku terlihat beku, bukanlah aku batu...

Aku bukan titisan sempurna para dewa-dewa ,
Aku bukan keturunan raja yang berkuasa...

Aku apakah aku,
Aku hanya sebuah titik kecil dari sekian debu...
.......


Popular Posts

TOP Comments

Followers

Total Pageviews

FanPage