Showing posts with label Catatan senja. Show all posts
Showing posts with label Catatan senja. Show all posts
Apa kabarmu kesedihan ?
Mungkin sedang berbahagia karena masih mendapat tempat terbaik disini, kau seakan terus menarinari dalam memori seperti hentakan ribuan belati yang berkarat. Tidakkah kau bosan terus menerus bermain diruang yang telah porak poranda kini, Hati yang sudah tak mendapat tempat untuk berteduh, pun untuk singgah sebentar.

Dan entah bagaimana kini kabarnya kebahagiaan disana ?
aku sudah lama tak menemuinya, dan kuharap Ia tak bersedih melihat aku yang sekarang.

Mungkin Aku adalah orang kesekian yang bertanya bagaimana kabar bahagia, tapi masih saja bertahan duduk dan diam memandangi orang.orang yang tersenyum bahagia dan berjalan penuh riang dan tawa.

Dan aku adalah orang yang selalu datang terlambat untuk itu.

Aahk, . . sudahlah, kini aku sedang menikmati segelas kopi bersama jamuan senja yang masih tersisa kali ini, meski beberapa waktu yang lalu sebenarnya matahari telah lama tenggelam diufuk barat.

Aku hanya ingin disini untuk sementara waktu, bernostalgia dengan aroma pekat kopi hitamku dan bersimpati dengan hati yang sebenarnya masih belum patah, mungkin Aku hanya terlalu keras pada hatiku.

Aahk, . . aku tak perlu terlalu khawatir untuk itu, toh sejauh ini aku masih baikbaik saja.

Mungkin aku takkan menemukan bahagia jika aku terlalu jauh mencari dan terlalu mengurung diri diruang yang sempit.

Cukuplah aku mampu untuk meyakinkan diri ini bahwa bahagia tidaklah sejauh jarak antara bumi dan matahari.

Mungkin bahagia itu ada disini, hanya saja aku belum menjamunya dengan baik, hanya saja kini Aku mulai merasa lelah untuk menunggu.

Aku ingin membiarkan semu itu pergi seringan awan
yang datang diterpa angin Muson lalu mengubah pekatnya menjadi tiada.

Aku ingin kakunya kenangan lalu pergi dan tanpa malu untuk menghilangkan jejaknya

Namun serasa tak ada yang mampu mengubahnya menjadi secerah harapanku, bahkan mungkin keajaiban juga tak mampu, namun aku selalu berharap itu ada.

Aku ingin mencoba berjalan dalam rintik hujan dan menari riang memecah gersangnya gurun Kalahari agar aku bisa merasakan berharganya sebuah penantian.

Aku menginginkan adanya pelangi pada barisan hujan itu, namun aku takut mendapatinya lebih seperti rasa yang hanya datang sebentar dan tinggal seperti kenangan untuk selamanya, seperti indahnya rindu yang begitu cepat diciptakan oleh seseorang sepertimu dan aku begitu takut jika itu sulit untuk terhapuskan.

Aku tak ingin keteguhanku lagilagi runtuh seperti jatuhnya manik embun pagi yang menggenang didaun keladi, sebentar lalu jatuh diterpa angin dan hilang ditanah hitam yang tandus, seperti kenangan yang benarbenar tertelan dilembah beku dan tertutupi kabut pilu.

Aku selalu menatap langit saat aku bersedih dan saat aku merindu,
namun kini aku hanya terdiam menatap langit gelap, sebab aku tak tau kemana arah jalan menuju padamu.
langit tetap saja tak mau mendengar celotehanku dan seakan enggan menuntunku menemukan dirimu. kau seperti ada pada langit ketujuh tanpa mampu untuk kusentuh.

Aku tak memintamu untuk menjadi apapun,..

Aku tak memintamu menjadi pelangi pada barisan hujan itu
atau apapun yang terlihat lebih menyejukkan dan berwarna dari dirimu.

Cukup kau hadir mengisi singgasana hatiku yang ada untuk menguatkanku,
membuatku merasa berarti untukmu, dan tentunya dengan waktu yang tak cukup hanya sebentar.

" Aku hanya berAsumusi keajaiban itu ada dalam dirimu ? "

To; Amelia Senja


Hidup tak hanya disini; karena ia adalah sebuah perjalanan
. . . . .
Kelak; Keabadian lah akhir dari setiap perjalanan

 
Kita hanyalah bagian dari cerita, bagian dari kisah
Dan kita semua ada dalam perjalanan panjang ini, . . 

Hiduplah untuk menceritakan kisahmu,
Baik atau buruk, hitam ataupun putih adanya.

DesemberKU,

Kau kan segera berlalu,
Namun Tak kan kusesali kau meredam semua jejakku bersamanya
Karena beberapa bagian dari jejak itu mungkin seharusnya tenggelam
Dan hilang bersama dinginnya

Kusadari, bahwa inilah hidup
beberapa bagian adalah masa lalu yang kan selalu ada disetiap cerita
Apapun itu,
Hitam ataupun putih

DesemberKu,
Aku selalu berharap esok untuk cerahnya hari
Biarlah hari ini langit menangis,
Selagi matahari tetap berjanji untuk tersenyum padaku
HIngga aku tetap bisa memetik megahnya lazuardi pada Langit biru
Dan megahnya lembayung jingga pada langit senja
Sebagai perumpamaan yang sempurna Bahwa Aku bahagia

DesemberKU,
Ketika saatnya waktumu telah berganti
Aku akan melangkah meng-awali mimpiku setelah kau pergi
Janganlah kau marah ataupun membenci

Karena AKU masih memiliki MIMPI
Dan Aku ingin meraihnya


Untuk menyongsong hari baru yang lebih cerah, . .

DesemberKU,
Esok Aku akan kembali menemuimu
Dan tentunya di waktu yang berbeda
Aku akan Mengingat kembali setiap waktu dan kenanganku yang telah lalu
Bersama dalam genggaman hujan,

DesemberKU,
Aku akan melewati berbagai musim Untuk menunggumu
Dan kuharap kau mampu membagi kisah yang baru bersamaku

Meski aku tak lagi ditempat yang sama,
Aku tetap menunggumu . . .
Menunggu untuk mengukir kenangan pada setiap perjalanan waktu







. . . . .
Aku dan hujan pada Desember


Jogja 2010

Inspirasiku adalah jiwaku
yang terlahir menjadi tulisanku

Ia ada dalam waktuku

terkadang singgah menemaniku
Dan menyapa diam kesunyianku . . .

terkadang ia luruh berlalu

tanpa sempat mengisi imajiku
tanpa sempat menjadi bait tulisanku . . .


. . . . .
Dirinai hujan, kudapati setitik inspirasi .
dari rintiknya yang turun bening memecah hening, kuselami ia yang mengalir bersama arus sungai, hingga kutemui inspirasi itu .
dari suara gemerisik dedaunan dan ilalang senja yang menari, terdengar syahdu nyanyiannya, dan kuresapi inspirasi itu .
dan dipercikan bunga api yang bersemarak, kudapati kekuatan inspirasiku .

namun, kini inspirasi itu bagaikan mati,
pergi bersama arus mengalir yang begitu deras, tanpa bisa aku selami.
syahdunya nyanyian ilalang senja itu seakan tlah berubah pilu . . .
dan bara api Inspirasi itu bagaikan redup dan padam .
. . .
Mungkin saat ini Inspirasi itu hanya datang dan luruh,
berlalu dalam redupnya cahaya yang tak lagi bersinar terang .

Mungkin butuh waktu sejenak,
kuharus merindu kembali sang hujan dan mendengarkan nyanyian kuncup-kuncup mekar yang bersemi dan melihat ilalang-ilalang yang menguning diwaktu senja .
Dan menghadirkan kembali inspirasiku .


Dikedamaian hati
Aku selalu ingin diam tenang disetiap ku menatap langit,
Menyaksikannya berkelakar membuka pintu bagi cahaya,
Merasakan hangat lembutnya sentuhan mentari menyapa,
Dan Menyaksikannya ketika malam tlah menutup pintupintu langit menggantikan siang,
ku ingin tetap Merasakan kemegahan anugrahNYA.
Menikmati indahnya kehidupan siang dan malam yang selalu berganti,
Seterusnya hingga ku tiada.

Dikehidupanku
DiLangit ilahi yang menjadi junjungan bagi semua
DiBumi ilahi yang menjadi tuntunan bagi semua
Berteduh aku dijunjungan langitNYA
Dan melangkah aku berjalan dibumiNYA
Mencari arti dan menelusuri kehidupan

Langit kutunggu bumi kutawan
kuingin titipkan doa pada malaikat penjaga langit
Berharap sang maha mendengarku


Ya Allah ya Rabb . . .
Tlah sejauh ini kumelangkah dijalanMU
Berteduh dilangitMU dan menapaki kaki menjejaki bumiMU

Lupakanlah aku sejenak pada keangkuhan dunia
bila aku ingat padamu
Ketika tangis airmataku tercurah Menyesali dosa dan kelalalaianku
Rendahkanlah hatiku bila ku sujud padamu
Sucikanlah jiwa ini bila ku menyebut namamu
Dalam do’a kumengucap asmamu Berharap ridho dan ampunanmu

Ya Allah ya Rabb . . .
KAU Tempatku singgah tuk berteduh dan mengadu
Jika selama ini langkahku mengarah kepada dosa
Maafkanlah aku yang tlah salah melangkah dijalanMU
Tuntunlah aku dalam cintaMU

Dalam sujud kuhantarkan maaf
Bimbinglah hatiku dengan terangnya cahaya tuntunanMU
Jagalah ucapanku dalam kelembutan tuturan

Ya Allah ya Rabb . . .
Dalam do’a kuingin meraih cintaMU
Sebening embun Dan Secerah langhit syurgaMU
CIntaMU lah tempat persinggahanku yang terakhir.
. . .






. . . . .
@060610
Genap sudah umurku 23 tahun.
Tak seberapa jauh aku mengerti tentang kehidupan ini, Bila dibandingkan Umurku sekarang. Usia yang bertambah telah meraut mengurangi sisa hidupku didunia,
Telah kurasakan berbagai nikmat yang Ia beri, Aku bersyukur atas semua yang kuperoleh,

Dan semoga kubisa merasakan sejatinya hidup yang indah, Semoga kubisa lebih meyikapi hidup dengan dewasa, berubah kearah yang lebih baik,
Dan menjalani kesederhanaan dalam hidup.

Semoga kubisa lebih mensyukuri kehidupan ini
AMIN . , ,

ketika kosong mengisi imaji
ketika kosong menjadikan tiada
ketika kosong adalah hening
ketika kosong bagaikan mati

. . .
Sejenak kebebasan pikiranku terhenti
pada sebuah titik yang bernama Kosong. tak terikat, namun terbelenggu. dan memojokkan ku pada sebuah ruang pengab tanpa bingkai cahaya.

Kuhanya ingin mengadu kepadamu CINTA
Kuatkanlah Aku
ketika kosong memudarkan rasa dan asa
aku bagaikan pelangi yang tlah memudar
semua terasa semu dan meragu
dan kosong menjadikanku hilang dalam diriku
dan semua menjadikanku seperi abu

adakah kebahagiaanku
sepenuhnya belum terisi . . .?

CINTA,
kuatkanlah aku
ku tak ingin berhenti disini,
sebelum kutemukan arti sesungguhnya dari dirimu.
. . .
Namun,
ketika dirimu belum kutemui
haruskah kupertanyakan Dimana dirimu,
Tidak, Tidak . . !
kuyakin ada dirimu dalam diriku CINTA.
kaulah kekuatanku untuk bertahan.

. . .
Aku takkan berlari kearah timur untuk mengejar matahari
karena lelah bisa saja membunuhku
Dan aku memilih untuk berjalan kearah barat untuk menunggu meski aku terlambat
karena kuyakin matahari itu kan kembali ke peraduannya

Dan CINTA
Kuyakin CINTA takkan berlari untuk meninggalkan

=Just a note=




. . ,
Jogja, 300510
ketika Aku butuh seorang sahabat tuk menemani

Ku akui tak mudah bagiku ketika aku berhadapan dengan sebuah pena dan secarik kertas. ketika kuingin merangkai kata menjadi kalimat yang tertuang sempurna lewat sebuah tulisan, aku harus berhadapan dengan emosi dan perasaanku. kadang perasaanku melemah dalam bahasa emosiku sendiri.
. . .
namun tak ada harmony atau irama yang mengiringiku,
tapi Jemariku tetap ingin menari bersama tangan dan sayap sang malam melawan sedikit emosi yang memuncak tak terduga.

terkadang aku diam terpaku, menikmati kesunyian malam hanya sekedar mendengar suara dari gema malam dan bisikan alam agar kubisa menuliskan indahnya kerinduan.
walau cahaya bulan meredup, aku berharap bisa merangkai kata berteman cahaya kunangkunang malam yang sedia menghampiri.

Jika malam tlah lelah denganku dan pagi membuka pintunya untuk mentari, rasanya aku tetap ingin sembunyi mendiami sudut yang paling sunyi dari kegelapan, dimana kubisa jadikan ruang yang tenang untuk merangkai kata dari kerinduan yang tak berujung ini.
. . . . .

Dan untukmu yang telah menciptakan rindu ini,
Mengapa kau ciptakan lewat bayangan untukku ?
rindu ini tak mudah kuartikan dan kujalani sendiri,
sedang aku tak tau bagaimana kau merindukanku.

namun salahkah aku merindukanmu . . ?

tapi kuharap rindu ini benar adanya, walau hanya tertulis dalam sebuah tulisan. aku kan tetap merangkai tulisan dari kejujuranku untukmu, bukan alibi kepalsuan

bahasa bagiku hanyalah sekedar ucapan

namun aku kan selalu Menghadirkan makna dalam bait tulisanku, agar kau bisa memahami kejujuran yang kurangkai lewat tulisan.
mungkin saja kau tak tau ketika aku pada sebuah tulisan, aku selalu mengindahkan dirimu, merangkai indah senyummu, indah lakumu, semua tentangmu.
bila suatu saat ku tau kusalah merindukanmu,

maafkanlah jika aku kurang bijaksana

karena tlah menuliskan cerita kerindauan ini untukmu.
bila suatu saat kau anggap aku hanyalah sebuah tulisan Tanpa makna,
Aku pun tak kan membencimu sebab di dirimu kudapati keindahan ini.
karena aku tak pantas membenci sebuah kindahan, karena indah itu adalah anugerah.


yaa . . .
ketika aku menjadi tulisan
janganlah kau membenci
karena itulah aku
yang bertandang menemui sang malam

secarik kertas adalah raga bagiku
setitik tinta adalah darah bagiku

aku kerinduan yang berpesan pada angin malam
yang menyentuh kedalam jiwamu
wahai insan . . .

biarlah pasir bertaburan
kan kukumpulkan ia menjadi gurun tulisanku
biarlah dipantai ombak berkejaran
ku kan tetap disini menunggu rindumu
meski rindu ini menjadi beban

yaaa , . .
aku hanya tulisan
ciptaan malam yang merindumu
namun rindu ini adalah sebuah kenikmatan indah yang tlah kau ciptakan untukku .


Sinopsis Rindu

Kuingin, aku adalah tulisan dari kejujuran hatiku
Makna dari keCintaanku yang selalu mengindahkanmu
meski kau tak pernah tau itu , . .



. . . . .
Kembali kutuliskan rinduku kepadamu,
H2

Aku yakin pada kepastian,
dan aku juga meyakini untuk sebuah ketertundaan

Ya Allah , . .
kuatkanlah hatiku pada keyakinanku
ketika aku belum menerima sebuah kepastian yang kuharapkan.

dan kuatkanlah hatiku . . .
ketika aku mengalami sebuah ketertundaan
agar tak hilang harapanku.

aku percaya padaMU . . .
keyakinan akan membawa kepastian
pada sebuah pencapaian akan satu keinginan



. . . . .
Dan jika cintaku masih tertunda padanya, tegarkanlah hatiku.
Mungkin cinta ini belum kuraih sepenuhnya
Ikhlaskanlah hatiku untuk menerima. . .

aku percaya padaMU
bahwa dibalik ketertundaan ada jawaban pasti yang KAU simpan
kepastian dari ribuan hari-hari penantianku
suatu jawaban atas doa - doaku

“aku tak bisa melanjutkan apa yang masih KAU tunda ,
Dan aku juga tak bisa menunda apa yang semestinya KAU lakukan ”

Namun kuyakin,
jawaban pasti adalah milikMU . . .



Dan kucoba Lukiskan hati dalam sebentuk puisi
Seakan tercipta sketsa nyata bayangan dirinya

Indah . . .
ketika dirinya menjadi jiwa
Dalam baitbait yang abadi dihatiku

Lewat tulisan ku utarakan isi hati
Dalam nada kata yang menggema terurai

Lewat tulisan kukagumi dirinya
Dengan tutur lembut bahasa
Paduan kata dalam cinta ,

Sebab Aku tak tau, . .
Bagaimana harus memuji dirinya
yang begitu indah...

@ langitku




. . . . .
Maaf !
sebagian postingan telah dihapus oleh author.

Biarlah hari ini aku hanya terdiam disini,
Aku tak lagi memiliki hasrat untuk hal apapun.
Diam memang sudah tak asing lagi bagiku,
Kadang diamku indah, terkadang suram dan durja...

Ketika kuingat akan dirimu,itulah keindahan yang
Tak mampu oranglain berikan padaku.

Namun kau mulai membenci diamku...

Tapi aku tak ingin berhenti untuk percaya
Bahwa cinta itu kan tetap ada, apapun keadaannya
Mungkin pahit menghujam perih rasa cinta itu.
Namun ku tak mampu bila harus mengubur sebuah nama
bersama rasa yang telah tertinggal jauh...

Buat apa cinta hadir antara dua insan,
Bila cinta tak bisa mengalahkan kebencian...

Mungkin separuh sinar mentari tak lagi terasa,
Bila tak ada yang percaya,
bahwa cinta Tak lagi menghangatkan kedamaian
karena kebekuan membuat semuanya sirna.

Haruskah kubakar lagi mentari itu...
Hingga separuh jiwaku ikut melebur bersama panasnya..?



Ketika Cinta datang mendekat bukannya aku ingin berlari menghindar, Atau aku berhenti ketika ia mulai menjauh Pergi.
Bukan pula aku tak ingin diCintai Olehmu atau mencintaimu
Sederhana bagiku,
MenCintai dan diCintai adalah sama.


kurasakan Cinta ini benar sebuah rasa kepadamu
Ku tak tau seperti apa warna cinta itu
Yang ku tau cintamu telah memberi sebuah warna
Di kehidupan ku.
Tak terlukis di kanvas putih,Tapi terlukis putih di hatiku.

Cinta ku padamu
Tak tumbuh dari alasan atau kesan Yang tak sepadan,
Tapi tumbuh dari kedewasaan perasaan
Dan kebijaksanaan

Aku tak ingin meminta, jika tak benar adanya cinta

Cinta adalah cinta,bukan pinta
Bukan sekedar bahasa ataupun persepsi yang berbicara
Juga bukan logika yang ku punya
Hanya perasaan Utuh apa adanya

Perasaan itu benar adanya untukmu, Murni rasa Cinta.

Aku menCinta,
Tak ingin seperti butiran – butiran kaca yang pecah
Lalu menggoreskan luka
Bukan seperti dawai yang tak bernada
Ketika irama hanya bersenandung menggantung tanpa makna. . .






. . . . ,
Aku mencintaimu karena cinta,
dengan ketulusan hatiku. . .
meski saat ini kau masih jauhL, namun kau begitu dekat mendiami ruang hatiku. . .


pure love langitsenja
















. . . . ,
^ Andaikan kau tau *
H2


sejak kau hadir,
tlah terukir manis senyummu itu di bingkai hatiku
senyum ketulusan yang kulihat dari matamu.

kau memiliki sesuatu yang menawan hatiku
yaaa…wajah sendu yang teramat kusuka darimu
wajah sendu yang slalu aku rindukan,..


saat siang kau menjadi matahariku,
dan kau selalu menitipkan cahayamu pada rembulan
direngkuhan malam untuk ku,
dan aku bisa melewati hari-hari yang penuh gejolak
yang terkadang riang dan terkadang sepi,dan terkadang penuh janji...
kerinduan itu menghantarkanku pada dirimu
bayangan ilusi dirimu yang slalu kujaga lewat mimpi-mimpiku
yang selalu menemani tidurku,

walau kau jauh, tetap saja aku tak bisa melupakanmu,
ada kedekatan yang kurasakan, ada kehangatan yang menyelimutiku
karena ada sebuah ikatan yang menyatukan kita,
'cinta...





. . .
Kau kekasih yang hilang selama ini.
Kaukah sang pemilik cinta sejati itu...?



Bagiku kini waktu terasa beku dengan detak detik nya
terasa seakan tak peduli lagi denganku. tapi dulu ia selalu menemaniku,seolah ia menjadi irama ketika ku diam. dinding kamarku pun terdiam ketika ia mulai berdetak 12 kali. ketika suaranya berlalu, hening dan sunyi itu pun datang lagi
yaaaa.....mungkin tak kan ada keheningan itu tanpa waktu,
karena waktu adalah jiwa kehidupan, jiwa malamku...

.....ketika aku berjalan di tengah waktu yang begitu sempit sesaat aku merasakan adanya dirimu bersama jiwa sang waktu yang berlalu di dinginnya embun malam. tak ada yang bisa kulakukan keculai hanya berdo'a agar ku kuat karena gelap menyembunyikan bayanganmu Dan aku mulai merasakan ketakutan itu, merasakan dirimu yang hampir hilang. kurasakan kau bukan lagi dirimu dan aku tak lagi diriku.

Dan...
andai hari esok aku tak lagi bertemu dirimu
patutkah aku menyalahkan sang waktu yang tlah menjadi jiwaku
atau adakah yang salah dengan pertemuan ketika itu
dan rasanya tak mungkin menyalahkan semua ini
atau terlambat kah aku mengenalmu...?
hingga kau tak pernah tau diriku sebenarnya,

Dan,..
aku tak pernah membenci keadaan ini
apalagi dirimu,kau tak pantas untuk dibenci,
kau terlalu indah untuk dibenci.

dan aku tak ingin melupakan seseorang yang tlah hadir
sebagai sahabat di hidupku,sahabat seperti dirimu...
walau kita belum mengenal jauh siapa aku dan kamu,

tapi bagaimanakah jika ternyata dirimu seperti mentari
akankah sulit bagiku mendekatimu...
mungkin kau terlalu hangat untuk kusentuh
dan terlalu tinggi untuk kuraih...?

dan jika aku membenci mentari
bagaimana bila esok ia tak pernah datang
dan kau juga tak kan pernah datang untuk ku.


.....tapi aku selalu berharap bisa bersama sang waktu itu kembali,
ada ataupun tiada cerita tentang kesunyian itu
aku kan menemukan dirimu kembali,

seandainya kau membenci kisah ini
benci saja diriku, tapi jangan panggil aku kebekuan
karena aku tak kan pernah membenci untuk mu.

Quotes Myspace Comments

Popular Posts

TOP Comments

Followers

Total Pageviews

FanPage