- Author name:
- Unknown
- Publish date:
- 11:16
- Discussion:
- 6 comments
- Categories:
- Prosa
Hingga ku tak kan bicara
Buat aku slalu salah
Hingga ku jadi tersisih
Buat aku terhina
Hingga ku tesiksa
Buat aku jauh
Hingga ku lupa
Buatlah aku
Apapun yang kau mau hingga ku menderita
Dan tak lagi ada aku di hidupmu yang sempurna
Buat aku pergi
Hingga ku hilang sejauh mungkin dan terkubur dengan luka
Yang tak kan pernah bisa terhapus dan tergantikan
Tapi...
Buatlah aku tau bahwa apa maumu adalah mauku juga
Hingga kau dan aku kan saling mengerti
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 13:00
- Discussion:
- No comments
- Categories:
- Prosa
mampukah kau berkaca dari pandangan jiwaku
lalu lihatlah hingga dikedalaman hatiku
apakah kau mampu temui sebuah celah dihatiku
atau ketidakmampuan hatiku
jika hatiku tercipta dari lembaran kertas
apakah kau akan menyiraminya dengan setetes minyak
yang tentunya akan mudah terbakar
jika hatiku tercipta dari butiran kapas
sediakah kau merajutnya menjadi sehelai kain
Cobalah berkaca seperti kau bercermin dan berhadapan langsung dengan wajah yang dinamai cinta. Temukanlah ketulusan dan kerendahan hati yang menatap cinta tersebut dengan penuh arti yang mendalam, yang takkan mudah hilang seperti api yang melenyapkan keadaan menjadi ketiadaan, dan jika kau menemukan kelembutan dan kedamaian hatiku seperti halusnya kain yang terbuat dari sutera, yakinkanlah kau akan mampu merenda kehidupan bersamaku dan menutup kekuranganku dengan pakaianmu yang layak.
Sejatinya ,
hatiku juga seperti hatimu.
Dan kita masing-masingakan saling berpandangan dan berkaca untuk saling menyempurnakan.
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 23:50
- Discussion:
- No comments
- Categories:
- Prosa
Sajak
berkehendak membangunkan mimpi yang tenggelam dalam fana,
Tapi tak ada yang berubah, Nirwana menutup pintu Auranya, namun Aku tak ingin berhenti sebelum aku benar-benar tak mampu,
Aku hanya akan menyerah ketika aku tlah sampai pada titik yang memang aku tak punya kuasa Lagi,..
Dan Aku akan pasrah untuk sebuah kemenangan
- Author name:
- Unknown
- Publish date:
- 15:50
- Discussion:
- 3 comments
- Categories:
- Prosa
Sajak
padahal Aku masih ingin bergelut dengan waktu malam ini, hanya merasa betah saja dengan kesendirian dan kesunyian; karena memang sudah tak asing lagi rasanya.
Aku juga masih ingin melihat biru megahnya langit malam ini dan seraya menuliskan surat cinta kepada bintang, sang bintang tinggi Tsuraya. Surat cinta yang tertunda untuk kekasihku nun jauh disana; itupun jikalau langit mengijinkannya sampai.
Bintang tak ada, rembulan juga tak tampak, tapi bagaimanapun malam akan tetap berganti,.. dan matahari menjelama menjadikan siang sebagai ganti dari keduanya,..
Aku mencoba mengulur waktu, tapi tak mampu.
Yaa,.. itu sesuatu yang tak mungkin, karena Aku ada dalam lingkarannya.
Mungkin memang masih ada sesuatu yang harus tertunda lagi,..
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 03:38
- Discussion:
- 9 comments
- Categories:
- Prosa
Quotes
Mungkin sedang berbahagia karena masih mendapat tempat terbaik disini, kau seakan terus menarinari dalam memori seperti hentakan ribuan belati yang berkarat. Tidakkah kau bosan terus menerus bermain diruang yang telah porak poranda kini, Hati yang sudah tak mendapat tempat untuk berteduh, pun untuk singgah sebentar.
Dan entah bagaimana kini kabarnya kebahagiaan disana ?
aku sudah lama tak menemuinya, dan kuharap Ia tak bersedih melihat aku yang sekarang.
Mungkin Aku adalah orang kesekian yang bertanya bagaimana kabar bahagia, tapi masih saja bertahan duduk dan diam memandangi orang.orang yang tersenyum bahagia dan berjalan penuh riang dan tawa.
Dan aku adalah orang yang selalu datang terlambat untuk itu.
Aahk, . . sudahlah, kini aku sedang menikmati segelas kopi bersama jamuan senja yang masih tersisa kali ini, meski beberapa waktu yang lalu sebenarnya matahari telah lama tenggelam diufuk barat.
Aku hanya ingin disini untuk sementara waktu, bernostalgia dengan aroma pekat kopi hitamku dan bersimpati dengan hati yang sebenarnya masih belum patah, mungkin Aku hanya terlalu keras pada hatiku.
Aahk, . . aku tak perlu terlalu khawatir untuk itu, toh sejauh ini aku masih baikbaik saja.
Mungkin aku takkan menemukan bahagia jika aku terlalu jauh mencari dan terlalu mengurung diri diruang yang sempit.
Cukuplah aku mampu untuk meyakinkan diri ini bahwa bahagia tidaklah sejauh jarak antara bumi dan matahari.
Mungkin bahagia itu ada disini, hanya saja aku belum menjamunya dengan baik, hanya saja kini Aku mulai merasa lelah untuk menunggu.
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 20:15
- Discussion:
- 13 comments
- Categories:
- Catatan senja
Prosa
Quotes
Sajak
Dan tak menyadari seberapa besar mimpi yang kita punya, namun setegar karang yang memaku ombak kita yakin untuk tetap bertahan.
Dan pernah suatu waktu pula kita terpisah untuk satu tujan yang lain,
Namun ketika salah satu antara kita jatuh Kita mencoba saling menopang untuk bangkit bersama.
Suatu ketika Kita terhenti menyaksikan langit yang mahaluas indahnya, dan itu seperti sebuah kebebasan tanpa batas yang kita nikmati bersama.
Ketika Saatnya datang gemuruh dan halilintar, kita terdiam dan berpelukan Dibawah tatapan langit hitam, saling terpaku dan ketakutan merenungi perjalanan kita bersama
Dan suatu waktu Kita bermimpi tentang masa depan dan melihat Matahari yang masih sama, Matahari yang serupa tegasnya tatapan mata dunia melihat harapan kita.
dan Saat malam pun, Rembulan yang menyapa masih terlihat sama, serupa dinginnya tatapan kesunyian dan kepedihan.
Tapi AKU masih bisa bermimpi dalam kepedihan itu, begitupun KAMU.
Karena KITA adalah SATU dari sekian MIMPI,..
KITA adalah IMAJINASI dari adanya dunia,..
KITA adalah PERUBAHAN yang telah terukir dalam rentang waktu yang terus berjalan di mukabumi ini.
Sejenak kita merenunginya bersama ;
Apakah selama ini kita hanya berMIMPI saja dalam tidur yang cukup lama, ataukah kita tak pernah terbangun untuk sejenak dan meraihnya.
Dan kuyakinkan padamu ;
" Tak ada mimpi yang lebih besar selain kemampuan untuk merubah diri sendiri agar menjadi berarti "
Dan Kurasa akhirnya kita akan mengerti, Sebesar apa MIMPI dan keingingan itu.
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 21:15
- Discussion:
- 30 comments
- Categories:
- Motivasi Diri
Prosa
Renungan
Namun Waktu menjawab perlahan untuk setiap mimpi dan keinginan
Dan AKU tak harus memaksakan hasrat untuk setiap kehendak
Terkadang Ada saatnya, AKU harus merelakan sebuah keinginan
Untuk sesuatu yang lebih baik
Sesuatu yang tertunda bukanlah sesuatu yang hilang dari mimpi
Aku hanya butuh "keyakinan" untuk meraihnya
Dan Aku akan membiarkan Waktu Mengalir sendiri apa adanya
Karena kupercaya,
Semua akan indah ketika AKU telah BenarBenar memahami,
Memahami bahwa "Siapa AKU" dalam diriku sebenarnya.
. . . . .
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 21:25
- Discussion:
- 26 comments
- Categories:
- Prosa
Quotes
. . . . .
Dan Malam tetaplah malam
Dengan tabirnya sendiri
. . . . .
Suatu cerita tentang hening dan elegi
Kan tetap ada dalam kisahku
Bersama dalam ringkihan Elitis sang waktu
Kutuliskan sebait sajak
Dan menunggu pagi berlabuh dimatamu
Namun aku terlambat, . .
Hening itu terlalu sunyi merasuki pikiran
Dan terpaku Aku di keAkuan ku yang rapuh
Sajak ku pun berlabuh di padang rembulan
Maafkan aku , . .
. . . . .
Kuberharap dirimu berkenan menunggu
Hingga esok kembali menjemput
. . . . .
Karena diwajah sang rembulan itu
Telah tertulis sebuah sajak Untukmu
Kelak, suatu saat
Kuingin kau membacanya untukku, dan untukmu
Namun, jika esok aku tak disampingmu
Dan kau lelah dengan perjalanan sang waktu
Biarlah sajak itu hanya terukir pada rembulan.
Dan bila kau masih merindukan aku
Lihatlah rembulan itu saat malam mulai menjelang
Lihatlah ditiap rengkuhan malammu
Aku kan selalu ada bersama sajakku dan rembulan
. . . . .
"March Memories::TentangmU dan sang Rembulan "
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 01:30
- Discussion:
- 40 comments
- Categories:
- Prosa
Sajak
. . .
namun tak ada harmony atau irama yang mengiringiku,
tapi Jemariku tetap ingin menari bersama tangan dan sayap sang malam melawan sedikit emosi yang memuncak tak terduga.
terkadang aku diam terpaku, menikmati kesunyian malam hanya sekedar mendengar suara dari gema malam dan bisikan alam agar kubisa menuliskan indahnya kerinduan.
walau cahaya bulan meredup, aku berharap bisa merangkai kata berteman cahaya kunangkunang malam yang sedia menghampiri.
Jika malam tlah lelah denganku dan pagi membuka pintunya untuk mentari, rasanya aku tetap ingin sembunyi mendiami sudut yang paling sunyi dari kegelapan, dimana kubisa jadikan ruang yang tenang untuk merangkai kata dari kerinduan yang tak berujung ini.
. . . . .
Dan untukmu yang telah menciptakan rindu ini,
Mengapa kau ciptakan lewat bayangan untukku ?
rindu ini tak mudah kuartikan dan kujalani sendiri,
sedang aku tak tau bagaimana kau merindukanku.
namun salahkah aku merindukanmu . . ?
tapi kuharap rindu ini benar adanya, walau hanya tertulis dalam sebuah tulisan. aku kan tetap merangkai tulisan dari kejujuranku untukmu, bukan alibi kepalsuan
bahasa bagiku hanyalah sekedar ucapan
namun aku kan selalu Menghadirkan makna dalam bait tulisanku, agar kau bisa memahami kejujuran yang kurangkai lewat tulisan.
mungkin saja kau tak tau ketika aku pada sebuah tulisan, aku selalu mengindahkan dirimu, merangkai indah senyummu, indah lakumu, semua tentangmu.
bila suatu saat ku tau kusalah merindukanmu,
maafkanlah jika aku kurang bijaksana
karena tlah menuliskan cerita kerindauan ini untukmu.
bila suatu saat kau anggap aku hanyalah sebuah tulisan Tanpa makna,
Aku pun tak kan membencimu sebab di dirimu kudapati keindahan ini.
karena aku tak pantas membenci sebuah kindahan, karena indah itu adalah anugerah.
yaa . . .
ketika aku menjadi tulisan
janganlah kau membenci
karena itulah aku
yang bertandang menemui sang malam
secarik kertas adalah raga bagiku
setitik tinta adalah darah bagiku
aku kerinduan yang berpesan pada angin malam
yang menyentuh kedalam jiwamu
wahai insan . . .
biarlah pasir bertaburan
kan kukumpulkan ia menjadi gurun tulisanku
biarlah dipantai ombak berkejaran
ku kan tetap disini menunggu rindumu
meski rindu ini menjadi beban
yaaa , . .
aku hanya tulisan
ciptaan malam yang merindumu
namun rindu ini adalah sebuah kenikmatan indah yang tlah kau ciptakan untukku .
Kuingin, aku adalah tulisan dari kejujuran hatiku
Makna dari keCintaanku yang selalu mengindahkanmu
meski kau tak pernah tau itu , . .
. . . . .
Kembali kutuliskan rinduku kepadamu,
H2
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 20:50
- Discussion:
- 51 comments
- Categories:
- Catatan senja
Prosa
diwaktu malam untukmu
Bersinar diantara jutaaan bintang lainnya
Namun kutakut kau kan meragu
Tuk tunjuk satu bintang adalah aku yang dihatimu
karena dilangit malam jutaan bintang terlihat sama.
Mungkin Saat malam aku bisa datang menghampirimu,
Tapi ketika siang aku kan menghilang dalam pandanganmu
Dan kau pun kan bersedih dengan kepergianku......,
Dan kini Biarlah kerang menangis
Sembunyi simpan airmatanya
Tanpa ada yang tau ...
Tanpa ada yang iba ...
Dan bila akhirnya suatu saat kau tau,
Kuharap janganlah kau menjauh membawa kehangatanmu
jika kau rasakan sedihku
Dan jangan pula kau ikut menangis
Karena Dunia pun akan ikut sedih
Melihat airmatamu ...
Mungkin saat ini kau belum mengerti
Akan airmata yang kusembunyikan
Mungkin kau mengira aku selalu larut dalam sedihku
Karena aku hanya kerang berlumut...
Yang tak punya mimpi tuk rindukan kehangatan mentari
Ataupun memimpikan mutiara yang seharusnya kumiliki
Tidak...tidak...
Aku tak bersedih,
Aku merasa bahagia walau ada airmata
Dan aku yakin akan mimpiku.
Airmata itu adalah perjuangan untuk Rasa takutku
Dan airmata adalah rasa syukurku untuk kebahagiaan
Dan bila saatnya airmata yang kusimpan selama ini
Tlah terkumpul Dan membentuk Kristal-kristal bening
Itulah saatnya kan kuberikan kepadamu apa yang kumiliki
Itulah Sebuah mutiara yang berkilau bagai carnelian
Mutiara yang terbentuk dari airmata yang selama ini kusimpan
Setelah sekian lama berdiam untuk waktu yang lama dalam kegelapan
Dan itulah ...
kenapa aku mencoba menjadi kerang Yang tersembunyi digelapnya palung-palung lautan dan karang Dan menunggu sentuhan tanganmu ...
Sebab Aku akan hadir hanya sekali tuk terangi hidupmu
Namun kan selalu bersinar Sampai kapanpun
Hingga waktu yang kau inginkan ...
Dan janganlah lihat aku
Hanya ketika aku bersinar seperti bintang
Tapi rasakanlah ketika aku dalam kegelapan
ketika tiada cahaya menerangiku
ketika tiada mata yang mampu melihatku
ketika tiada hati yang bisa merasakan keberadaanku
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 20:10
- Discussion:
- 35 comments
- Categories:
- Prosa
Puisi Senja
yang bersinar penuh kehangatan
Namun terlalu tingggi untuk kuraih...
Seribu sayap Takkan cukup tuk meraihmu
Dan mungkin kan luruh dalam sentuhan...
Sedang diriku,
Hanyalah kerang berlumut didasar lautan
Yang selalu merindukan kehangatan
Namun terbenam dalam lumpur dingin dan membeku...
Hampir tiada kudapat memimpikan
Mutiara dalam pelukanku
Apalagi sinarmu...
Bagaimana kubisa meraihmu
Dan bersinar bersamammu
Sedangkan untuk menepi kepantai pun
Sulit bagiku...,
Karena aku hanyalah kerang,
Kerang berlumut....
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 08:07
- Discussion:
- 18 comments
- Categories:
- Prosa
Puisi Senja
kutitipkan harapan pada sang fajar
Kuharap aku secerah maniknya embun
ketika ia disapa mentari
Yang menghampiri pagi kala malam tlah beranjak pergi
Meski ku tau disana,
rembulan dan bintang masih enggan beranjak pergi
tenggelam dalam lamunan Indah di kamar rindu mereka
Dan...
Ketika kebekuan rasa menyadarkanku dalam resah
Saat kuterbangun kulihat bayangnya
jatuh bersama dedaunan yang rapuh
Mengiringi riuhnya angin yang menderu
Apakah ia kan pergi dalam keresahan ini
tinggakan nelangsa dalam hatiku
terbang bersama para malaikat malam
Tinggalkan jejak langkahnya yang begitu sulit kulupakan
Aku memohon kepada MU tuhan
Jangan tinggalkan aku sendiri disini tanpanya
seandainya waktuku tlah habis untuknya
Tinggalkanlah satu musim semi untuk ku
Setidaknya aku bisa berbagi bersama musim yang masih tersisa
Ketika esok dia meniggalkan aku sendiri dengan bayangannya
kan kuukir kembali warna pelangi yang tlah memudar
kan ku hikayatkan hati
pada ribuan kuntum bunga yang bersemi
semoga esok ia kembali bersama malaikat Cinta
yang bersayapkan cahaya...
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 18:10
- Discussion:
- 29 comments
- Categories:
- Prosa
Puisi Senja
Bawalah hatiku pada hembusan angin yang kau tiup
Nyanyikanlah bait-bait kerinduan ini Untuknya
ini jiwaku yang sepi tanpanya...
" Diam dalam sepi kurasakan bayangmu nyata
Tapi tak bisa kuraih dirimu seutuhnya
Hanya senyum tanpa wajah dalam gelap yang kulihat
Indah dirimu kulihat dari sekilas cahaya binar matamu
Yang masih kuingat tatapannya
Aku tak bisa melepas dirimu
yang terlihat bagai serumpun anggrek putih
Dan menggantinya dengan kembang yang lain
meski terlihat memukau, tapi tak bisa menyamai harummu
jarak mungkin memisahkan kau dan aku
tapi tak kan membuat cinta ini hilang bahkan pudar sedikitpun
Ketika cintaku bertahan dalam sesaknya penantian
Ku yakin akan cinta mu yang mampu hadir disisiku
Memberi ruang untukku bernafas
Dari detik yang kujalani tanpamu
Kau terasa bagai seribu menit yang menyiksa "
.....
Disini aku terpaku dengan tubuh yang tergeletak gontai
dan lunglai bersama redupnya cahaya yang membaur
dalam debu malam.
Duhai malam...
Adakah kau sengaja menciptakan kesunyian ini ,..?
Sebelum hatiku remuk dan terkubur dalam oleh sepi
Utarakanlah kepadanya sepi yang kurasakan tanpanya
kepakkanlah sayap-sayap malam mu untukku
Mengikuti kemana arah angin membawa pergi sepi ini
Kumpulkanlah satu antara bait-bait prosa
yang selalu tercipta dalam kesepian ini.
Wahai penyair malam,..
Bagaimana aku harus memuji dia yang begitu indah,
Akankah kau pinjamkan syair malammu untukku.
Padanya rindu ini terbeban dalam penantian panjangku...
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 01:40
- Discussion:
- 28 comments
- Categories:
- Prosa
Jejak masa lalu terlalu menguburmu dalam sepi,
Hingga Rasa sakit merantai keteguhan hatimu.
Dulu,...
Kau berdiri dengan Sebongkah jati diri yang kuat dalam jiwamu,
Entah apa yang mengusik mu ketika itu, hingga kini kau selalu menyepi
di kesendirian. Mungkin luka yang belum kau kenal perih nya
membalut hatimu dalam kepedihan, Hingga jiwamu luluh terkoyak.
.......,
Cobalah lihat betapa tegarnya SeNjA yang terbenam bersama cakrawala itu,
Adakah sesungguh nya senja itu mati karena mentari lelah bersinar,..?
Atau karena malam menguburnya dalam kegelapan,,?
Ku katakan padamu,..
Bahwa Senja tak kan pergi kemanapun, ia selalu ada dibatasan waktu.
Mungkin ia redup dan luruh ketika ia Menjadi milik sang malam.
Tapi Senja tak kan mati, ia selalu melintasi batas cakrawala
Dengan nafas yang abadi.
Seperti itulah Senja,
Begitu pun mentari,ia Tak kan pernah lelah untuk bersinar...
Disini aku ada dengan Cinta ini bersama mu,
Karena Cinta inilah yang di tunjuk getarannya oleh sang maha pemberi Cinta,
Hingga ku bisa hadir Disaat kau terpojok di sudut kebimbangan
Dan kebisuan hati mu yang terkurung.
Melepasmu dari celah-celah Sesaknya dinding kepenatan jejak sang waktu.
Kini hujan telah datang basuh jiwa mu
Duka mu pun telah sirna bersama rintik nya yang turun
Kini senja hadir menemani harimu,karena mentari lah yang menjadi
harapannya Untuk esok kembali dan kita bertemu di indahnya Pelangi
Jangan lagi takut akan kesepian yang pernah mengurungmu
Dalam sangkar yang tak berbingkai
" Jangan takut akan perih nya luka sembilu,
Sebab lukalah yang mengajarkan kita arti kepedihan.
Meski sembilu itu tajam, tapi kita dapat mengukir Asa yang kokoh
di bilah nya. "
" Jika kau takut menatap kilau bintang dilangit yang tinggi,
Tataplah kilau mutiara dilautan, sebab kau juga akan tau saat kita berada ditempat terendah sekalipun kita tetap mampu berkilau dengan kerendahan hati "
" Kuharap kau tak pernah bosan memandangi Senja
,...Tegarlah
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 18:05
- Discussion:
- 21 comments
- Categories:
- Prosa
Ku titip kan sebuah pesan pada seekor kumbang hitam,mungkin tak sempat kau baca, atau bibirmu yang lemah
berkata, karena namaku ada di ringkasan atas tulisan itu...
maka pandangi saja sekilas isinya,
jika kau berat mencari seutas makna di dalam nya,
atau kau lebih memilih mencari makna diluar sana,
dan kau dapatkan keteduhan yang memikat hatimu...
abaikan saja pesan itu di pelupuk matamu
agar kau cepat melupakan ku...
dan tak usah kau simpan pesan itu didinding hatimu,
cukup kemas saja pesan itu dalam peti
dan tutup dengan seribu kunci...
tapi jangan kau leburkan kedalam api,
karena api adalah kebencian yang teramat dalam...
biarkan saja pesan itu hilang
siapa tau terhanyut ke laut
dan ketika kau pulang ke kota mu
kuharap tak ada tangis yang akan kau usap di pipimu nanti
karena pesan sang kumbang tlah berubah menjadi kembang
yang akan kau tabur di batu nisan ku...
...mungkin itu adalah ucapan maaf terakhirku
tapi kau buang di gelap nya malam,..
karena lelah tlah membunuh kemaafan darimu untuk ku,,,
....
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 15:06
- Discussion:
- 2 comments
- Categories:
- Prosa
tiada yang pantas kau lihat dariku
tiada yang pantas kau kenang dariku
aku hanya seonggok sampah kering dipinggir jalan...
tiada yang kan melirikku
aku jauh dari tatapan mata yang memandang
dan aku hanya sepotong daging dari tulang yang kurus kering...
tiada arti dari kehidupanku
andai ku bisa.
kuingin sempurna sepertimu . . .
Dan mungkin aku tiada berarti diruang hati mu.
tapi bagiku, kau begitu indah. Sebuah kesempurnaan dibalik lemahnya diriku, seperti pungguk yang merindukan rembulan, seperti bumi yang kehilangan mentari. dan kaulah mentari itu,yang slalu ku nantikan saat malam tak menjawab kegelisahanku...
Aku ingin mengenalmu lebih dekat, sedekat jiwaku yang terbalut ragaku.
Melihatmu dari sosok yang anggun dimataku, untuk berbagi tentang perasaan, perasanku dan perasaanmu...
myngkin selama ini aku hanya bisa melihatmu dari sudut jauhku, serasa enggan untuk menghampirimu.
karena apa....?
akupun tak tau...
Layaknya madu yang tertumpah di bibir indah dengan kata-kata,
tanpa ku tau rasanya madu itu...
Kelebihanmu membuatku jatuh dilemahnya diriku,
Sempurnamu membuatku hilang di segala kekuranganku,...
Dan Menarilah semua perasaanku
Diatas semua kekuranganku
Dan jadilah ia sebuah kegilaan
Akan dirimu...
Dan terus terukir siapa diriku
Diatas semua kesempurnaanmu
Dan jadilah itu sebuah kelemahan
Akan diriku...
Dan terungkap sudah semua itu
Akan hati yang tak mampu
Akan raga yang kekurangan
Akan semua milikku...
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 12:35
- Discussion:
- No comments
- Categories:
- Prosa
aku berharap apa yang selama ini kulakukan bisa menjadi kenangan indah bagiku
disaat aku tak lagi ingat tentang dirinya, tak lagi bisa melihatnya senyum nya yang khas
"seperti senyum para malaikat sorga.
Semua yang pernah kukagumi dan semua yang pernah kusanjung tentangnya
Aku hanya bisa berharap, tapi ku tak mampu berbuat dengan segala kelemahan ini.
Akankah mimpiku berakhir diujung mimpi tanpa adanya kepastian, belum cukupkah selama ini ku kejar mimpiku !
Apakah selama ini kulari dalam ketakutan ?, lari dari kenyataan ?
ataukah kuberlari agar aku sadar tentang semua ini, atau ku hanya berlari tanpa suatu tujuan yang tak ku mengerti, dan menghapus kegelisahan yang pernah singgah dalam hati ku, dan aku juga tak ingin menjadi seseorang yang munafik, dan aku tak ingin menantang sebuah jalan yang telah terukirkan untukku, Yaitu takdirku.
- Author name:
- Arjuna
- Publish date:
- 17:30
- Discussion:
- No comments
- Categories:
- Prosa
Ia tak pernah menghitung berapa malam yang ia lewatkan
Tanpa bintang.Namun cukup lama terasa waktu ini baginya
Ia ingat akan sosok sang dewi dalam mimpinya
Sang dewi yang begitu cantik dan baik,Sang dewi yang tegar dan bijak
Ia pun bergegas dan bersiap terbang barusaha menemukan sang dewinya,
Tapi sudah lama sekali ia tak mengepak kan sayapnya Butuh waktu baginya menyembuhkan luka sayapnya Yang hampir patah Dan iapun bersabar menantikan malam berikutnya...
sayapnya hampir sembuh dari luka lama,Namun masih Terasa perih untuk memulai terbang
Ia tetap memaksakan ingin nya mencari sang Dewi nya...
Tapi Malam ini begitu dingin ia rasakan,Hingga perasaan nya berubah kaku.Namun ia tetap mencoba menyusuri malam,terbang penuh harapan ingin bertemu sang dewi.
Tak lama ia pun terhenti di pepohonan,Tak kuat rasanya terbang begitu jauh dengan sayap yang masih luka.Ia termenung disebuah pokok kayu menatap perjalanan nya,
Ia berkata dalam hati nya ”Perjalananku belum seberapa...!
Selang berapa lama ia merenung..
Ia terkejut dengan kehadiran segerombolan jangkrik muda.
Ia merasa mengenal suara jangkrik itu, Suara yang kecil melengking,memekakkan telinga.
jangkrik itu mulai mengajaknya berbicara,dengan nada suara yang aneh.
Namun sang kunang hanya diam dan ia ingat sesuatu,...
yaa...Ia pernah mendengar cerita tentang jangkrik pecundang Yang bertingkah tengik
Para jangkrik pengoceh yang sok tau dan sok mengerti Dengan perasaan,..
Namun ia diam, tapi jangkrik itu selalu berusaha pecundanginya
Berkata sesuka hati seolah menghakimi kalau mereka benar.
Mereka Bernyanyi sesuka hatinya seolah tak ada irama yang lebih indah
Sang kunang pun merasa jengkel dengan ulah kecil mereka,,,
namun sang kunang masih saja diam.tak lama Ia pun mulai berbicara pelan.
"apa kalian pikir dengan aku diam aku bodoh,Tak tau apa-apa...
Dan Aku tau maksud kalian hanya ingin memojokkan aku, Disini aku hanya sebentar melepas lelah...Jika ini taman mu aku minta maaf dan aku akan pergi...
Tapi mereka malah berkelebat dengan kata-katanya yang tak masuk akal
Seakan berusaha menahannya pergi...Sang jangkrik pun berkata.,
Apa yang kau harapkan dari dirimu...?
Hanya kunang-kunang malam tak berarti,
kunang-kunang kecil yang tak punya pendirian...
Kunang-kunang yang hanya bisa diam menatap bintang...
Kunang-kunang yang hanya hidup penuh kesepian...
Memimpikan sosok sang dewi yang tak pernah ada... !
Sang kunang berpikir,...Ada apa dengan mereka,..?
kunang-kunang pun mulai berkata"Apa salah jika aku hanya mahluk kerdil...?
Tuhan menganugrah kan aku kehidupan seperti ini
Dan Seperti apapun aku, itulah aku.Aku bersyukur dengan semuanya
Dan apa salahnya aku diam...
Diam bukan berarti tak tau,,,!
Dan sepi tak berarti hilang,,,!
mungkin saat diam itu pencarian jalan kebebasan pikiranku,
mungkin saat diam aku ingin bebas ketika merasa terbelenggu,
mungkin saat diam aku ingin sembuh dari hati yang terluka,
mungkin saat diam aku ingin mencoba mengerti tentang sesuatu
yang belum benar ku pahami,
atau mungkin aku ingin tersadar dari kesalahan ataupun
perasaan yang telah memudar...
dan kalian tak pernah tau tentang itu semua,kalian slalu salah menanggapinya.
Mereka hanya terdiam membisu...
Tapi selalu saja berusaha mencari jalan menutupi kesalahan mereka.
"Apa kalian pikir aku sehelai daun yang rapuh
Yang bisa kalian jadikan makanan,
Apa kalian pikir aku pokok kayu Tempat kalian bisa bersembunyi.
sang kunang hanya berpikir,..
mungkin kalian benar dengan apa yang kalian punya, tapi salah dengan apa yang kalian tau tentangku...
sang kunang masih bersabar,ia slalu tegar...
dia tak ingin lelah dengan itu semua,..
jangkrik itu slalu saja membuat kebisingan dan keraguan,
sang kunang pun tetap diam tersenyum
Dia lebih suka mengikuti kata hatinya
dia tak ingin memaksakan kehendak mereka,sang kunang yakin dengan jalannya.
Dia ingin menjadi pemenang untuk membela hatinya
"Pemenang yang tak takut dari kekalahan
Bukan penakut yang tak pernah menang dari kekalahan".
Seperti jangkrik pecundang itu.
mungkin kalian lebih senang ketika aku tak ada disini
dan terbang jauh dari halaman kalian,maka aku akan pergi dari halaman kalian
hingga kalian bisa bebas berceloteh dan memuji setinggi langit menunjukkan kelebihan
kalian...
Lantas bergegas ia pergi menjauh dari gerombolan jangkrik itu.
dengan hati yang luka dan perasaan yang terkoyak.
..."kunang-kunang itu hanya memiliki apa yang ia punya untuk menang
kunang-kunang hanyalah sebuah kesederhanaan, bukan kesempurnaan
namun ia tak ingin jatuh dengan sanjungan
dan pujian kesempurnaan.
walaupun terkadang diam itu memaksa baginya...
tapi itulah Dia....
slalu berusaha mencari keindahan dalam kekuatan diamnya....
mungkin terlihat begitu aneh
tapi tak ada yang aneh menurutnya...
mereka saja yang menganggap nya begitu...
tapi...
mengapa para jangkrik itu slalu saja salah menilai kunang-kunang..,
lagi dan lagi...
mereka membuat sang kunang sedih...?
mereka seakan memojokkan nya
dengan kesalahan yang Dia punya
dengan kelemahan nya...
jangkrik itu terlalu suka mengoceh tanpa alasan bertingkah tengik seperti kesurupan
mereka tak tau ocehan mereka begitu asing ditelinga kunang-kunang.
sangat mengganggu pikirannya,perasaanya pun tercabik. dia hanyalah kunang-kunang malam yang kesepian, yang lebih suka berjalan ditengah malam,karena sang teman tlah menunggu nya di penantian,menantikan nya bercerita tentang sang Dewi yang dulu pernah ia ceritakan
namun sang kunang slalu sabar, terbang lewati malam mencari persinggahan hatinya.
mencari sang dewi.
Dia tak ingin menjadi pecundang seperti mereka, para jangkrik itu
jangkrik pecundang yang sok tau, jangkrik pecundang yang berbibir manis dengan pujian kosongnya.
yang hanya tau kelemahan dan kesombongan tapi sang kunang tidaklah buta,dan merasa kegelapan
walaupun kecil, dia merasa berarti untuk hidupnya dia bisa terbang dengan lampu kecil dan sayap mungilnya, mencari sang dewi yang ia impikan...
ia slalu berharap diakhir perjalan panjangnya ia bisa menemukan sang dewinya,walaupun ia belum menjadi pemenang yang sesungguhnya.tapi suatu saat ia akan menemukan sang dewinya, menjemputnya dengan harapan hingga suatu saat tak lagi terdengar nyanyian pilu
Nyanyian sang jangkrik pecundang
hanya yang terdengar nyanyian seribu malaikat yang menggema indah
dan peri-peri kecil yang menari diatas awan menghiasi malam-malamnya,..
sebuah catatan....
PS : mengapa kalian(.......) seperti jangkrik pecundang....!!!
"Absolutely zero About JAngkrik PEcundang"
Popular Posts
-
Aku merindukan datangnya impian yang selama ini selalu kujaga dan kurangkai dalam do'a dan harapanku untukmu seperti remuknya benan...
-
Kejujuran dan kesetian itu ibarat satu jiwa dalam satu raga, Jika kejujuran menjadi mata, maka kesetiaan adalah hati. jika memilih kejuj...
-
Hari selalu berganti menjelajahi waktu, begitu sempit bahkan terkadang menyesakkan dada,Dari sekian waktu yang kita jalani kita pun tak lupu...
-
Aku yakin pada kepastian, dan aku juga meyakini untuk sebuah ketertundaan Ya Allah , . . kuatkanlah hatiku pada keyakinanku ketika aku...