Showing posts with label Puisi Renungan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Renungan. Show all posts
Ibu,..
Hari ini sudah 10 tahun berlalu sejak kepergianmu Ibu,
kala itu aku belum cukup dewasa dan mengerti tentang perkara takdir, terlalu cepat yang Maha Kuasa memanggilmu untuk sesegera mungkin berada disisi-NYA.
tapi tak apa Bu, Kini aku mengerti akan keputusan-NYA,
Dari ini semua Aku belajar Ikhlas dan tegar seperti dirimu.

. . . . .
Seorang Ibu,..
Bagiku Ia laksana kokohnya pohon kebijksanaan dalam hidupku
seperti sebuah pohon dengan akarnya yang kuat, yang berdaun rimbun serta berbuah manis kebaikan dan memberi keteduhan.

Ibu,.. Ia mengajarkanku untuk selalu ikhlas dalam segala hal,
memberi dengan rela dan menerima dengan rela, pahit dan manisnya kehidupan, menerima dengan hati yang bijak, dan dengan segala rasa syukur.
Ibu,..
Cintanya seumpama kebaikan yang terus mengalirkan kedamaian,
seperti air sungai yang menyejukkan, terus mengalir seakan tiada terputus.

Ibu,.. kasihnya tak memandang perbedaan, saat aku terjatuh ia meraih tanganku, saat aku terperosok ia mengangkatku, baik ketika aku merasa seperti ada ditengah gurun atau seperti aku berada di atas tanah tandus yang tak mendapati hujan sekalipun, dirinyalah yang menjadi Oase jiwa dikehidupanku.

Ibu,..
Ia laksana malaikat bagiku yang telah melahirkanku hingga aku bisa menyaksikan indahnya dunia ini, menjagaku dengan baik hingga tumbuh dewasa, Ibu adalah seseorang yang selalu memelukku dengan sayap kehangatannya serta memendarkan cahaya terang dan kekuatan dalam perjalanan hidupku.

Ibu,..
Tahukah kau Ibu, saat aku menatap langit yang mahaluas indahnya itu,
ketika siang indah dengan gugusan awanawan dan ketika malam indah pula dengan taburan jutaan bintang, namun bagiku kaulah yang terindah yang menghiasi duniaku ,..
Tutur bahasamu dan kelembutan katakatamu pun melebihi kelembutan awan itu, dan hatimu seringan awan itu bila berkehendak hanya untuk kesenangan dan kebahagiaan anakanakmu.

Kala matahari dengan garangnya bersinar di atas ubun kepala, Ibu lah sosok yang seakan memberi keteduhan, memberi ruang persinggahan yang istimewa, bersama bercengkrama dengan perasaan lega tanpa khawatir dan getir akan badai atau petir, tempat persinggahan dikala gundah hatiku. begitu besar pengorbananmu IBU, dan tak kulihat ada beban dalam guratan senyummu saat semua anakanakmu bersandar lelah dipundakmu.

Ibu,..
10 tahun telah berlalu kini,
Aku masih merindukan tulusnya kasih sayangmu,
Hanya saja kini aku tak lagi bisa melihatmu, melihat senyummu, kilauan matamu dan merasakan kasih sayangmu seperti saatsaat dahulu,
kini hanya sebentuk doa yang bisa aku sematkan dalam pintaku pada-NYA, semoga doaku menyertai dirimu damai disamping-NYA, dan semoga dirimu mendapat tempat di Surga terindah-NYA.

Ya ALLAH ya rabb,..
Katakan pada Ibuku disana, Aku sangat merindukannya.

Salam hangat dari anakmu yang selalu mengukir indah senyummu dalam setiap rindu dan doa yang terucap kepada-NYA, hanya dengan doa caraku untuk menyampaikan betapa besarnya kerinduanku padamu Ibu,..

. . . . .
Kehilangan orang yang sangat berarti dalam kehidupan kita kadang membuat kita berputus asa, merasakan kehampaan yang mendalam, terlebih mengingat saatsaat termanis ketika kita masih bisa mengecap bahagia bersama, dimana saatsaat kita masih sangat memerlukan tulusnya cinta kasih seorang ibu, dekapan kehangatannya, dan belaian lembut kasih sayangnya. Tetapi Ia harus pergi begitu cepat menghadap sang Khalik, sang pemilik kehidupan.

Namun begitulah Takdir, ketika takdir berkehendak, selamanya itu adalah milik-NYA.

Semoga selalu ada hikmah yang menaungi atas segala apa yang IA kehendaki terhadap mahluk-NYA.

. . . . .
Peluklah Ibumu dengan kasih, Ciumlah tangan dan keningnya, jaga dan hormatilah Ia sampai diakhir hayat selagi masih diberi waktu dan kesempatan oleh Tuhan kepada kita untuk mencintainya,..


Indahnya nikmatMU telah kulihat dan rasakan
Bahkan semenjak aku mampu tuk menyaksikan semua yang ada
Sungguh besar kasihMU atas apa yang telah KAU ciptakan

Dari semua ketiadaan, KAU menjadikannya ada
Dan KAU pulalah yang sesungguhnya berhak menjadikan semuanya Tiada

Ya Allah, . .
Jadikanlah aku seorang insan
yang selalu bersyukur atas karuniaMU
Ku tak ingin menjadi manusia yang kufur akan nikmatMU

Jadikanlah aku insan yang kuat dalam keimanan
Insan yang tegar dalam doa Dan pengharapan
Harapan untuk meraih cintaMU yang Hakiki

DiduniaMU, aku laksana debu dipadang gersang dan tandus
Tidaklah aku sanggup berjalan tanpa tuntunanMU
KAU lah sang maha yang memberi kekuatan dan keteguhan

Kelak, jadikanlah sajadahku layaknya alas yang sejuk
Laksana hamparan permadani nan indah DisurgaMU, . .

Ya Allah yaa rabb, . .
Janganlah butakan langkahku
Sebelum jalanku menujuMU
Janganlah biarkan AKU mati sebelum Matiku

Ya Allah yaa rabb, . .
Indahkanlah hatiku dengan Cinta
Dekatkanlah aku dengan kebajikan dunia dan akhirat

Andaikan sehelai daun yang kering dan usang
Lebih berharga dari sebongkah jiwa yang rapuh
Ijinkanlah kubersujud dan bersimpuh memohon ampunanMU
Mengingat waktu yang pernah terbuang


Dalam madah cinta terurai kata,

Ijinkanlah AKU menemuiMU kali ini
Merujuk pasrah kepadaMU dan berserah atas kehendakMU

. . . . .

Dalam indahnya CintaMU
Jadikanlah aku cahaya diLangitMU
Langit surgaMU


Biarkan Aku menangis,
Seperti pohon melepas ranting yang patah
Dan daun yang berguguran
Agar kutau artinya keikhlasan

Biarkan Aku menangis,
Seperti kemarau merindukan turunnya hujan
Agar kutau artinya kesabaran

Biarkan Aku menangis,
Seperti ketika Langit menangis menanti hadirnya pelangi
Agar kutau artinya Sebuah Penantian

Biarkan Aku menangis,
Untuk temukan adanya sebuah arti dalam Airmata
Arti dari Pengorbanan

Biarlah Aku menangis,
Sebelum kutau Aku tertinggal oleh Waktu

Biarlah sejenak Aku menangis,
Hingga Aku percaya bahwa selalu ada setitik Harapan
Dan Impian yang tersimpan untuk Kebahagiaan

. . . . .

Kebahagiaan yang indah pada Waktunya

" Bismillahi tawakaltu alalloohi
walaa hawla walaa quwwata illaa billaahi "

Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah” (HR. Abu Dawud: 4/325, At-Tirmidzi: 5/490




seorang insan


Seorang Insan
. . . . .
" Langit ilahi adalah junjungan
Bumi Ilahi adalah Tuntunan
Langit melakar sejarah kutuliskan
Bumi kutawan kutoreh perubahan

Qalamku kata dalam bait pertuturan
Gerakku badai dalam perang "
. . . . .

Aku adalah Aku HambaNYA

Seorang Insan
yang berjalan dan berpijak diBumiNYA
Dan berteduh dijunjungan LangitNYA
Berusaha untuk mencari
Dan mengggapai CintaNYA
Dunia dan Akhirat





Tuhan...
Lupakan sejenak keangkuhan dunia
bila aku ingat padamu
Rendahkanlah hati ku bila ku sujud padamu
sucikanlah jiwaku bila ku menyebut namamu

Tuhan...
beri aku keindahan
biarkan hatiku tumbuh seperti layaknya tunas yang merekah
Di taman surga MU Seperti tunas kasturi
biarkan cintaku memancar seperti mata air ditelaga,
telaga surga MU...
biarkan kasihku sebening embun yang turun dari langit,
langit surga MU.... 

Tuhan...
bila dunia ini telah terasa panas menyesakkan dada
ku ingin tetap bisa merasakan sejuknya tetesan hujan
dan bila saja nanti ku menutup mata
kuingin keteduhan dalam pembaringanku

Tuhan...
andaikan di dunia MU aku seonggok kotoran yang penuh debu dan lumut
jadikanlah aku setumpuk permata disurga indah MU

Tuhan...
jika jalanku masih panjang membentang
tuntun aku dengan tanganmu
jika aku hamba MU yang hina,
aku ingin tetap meraih surgamu itu...

Popular Posts

TOP Comments

Followers

Total Pageviews

FanPage