Showing posts with label Puisi Cinta. Show all posts
Showing posts with label Puisi Cinta. Show all posts
Ketika senja tak lagi berwarna
Hujan turun penuh gemuruh menutup senja yang hampir jatuh 
Sia-sia kau kulum waktu menanti segaris warna jingga diujung peluh
Demikianlah kutemukan dirimu 
Terbenam dalam wajah penuh rindu tanpa sebab
Yang kau sendiri tak tahu kemana harus mengadu begitu juga AKU.
. . . .

Mungkin kisah ini akan benar-benar berakhir di senja berikutnya,..
Aku bicara banyak pada waktu malam ini, namun waktu begitu tegas dan suaranya lantang Malam ini aku seakan ingin bicara padamu Rembulan, tapi kau diam bersembunyi di peraduanmu, yang ada hanya jangkrik pecundangi malamku...

Entah lewat apa resah hati ini harus ku ungkapkan,
menjadi seorang pengagum tak semudah bila hanya sekedar mengagumi... terLebih dirinya.
Telah ku coba ukir kembali pelangi yang memudar itu untuknya, lalu kutitipkan pada batas langit dan bumi. aku masih mengingatnya pada sore itu, kala itu wajahnya menjelma dalam bait puisiku, terangkai bersama kicauan burungburung gereja, kepada lembutnya suara dedaunan diterpa angin senja, dan gemericiknya air sungai yang mengaliri lembah.

Untuknya Warna jingga senja kan abadi, bagi Ia selalu ada menemani hilangnya mentari ditapal batas,
Untuknya nada terindah kan selalu ada bahkan lebih merdu dari sekedar suara ciptaan alam, dan lebih lembut dari sentuhan udara pada angin senja.

Dia seorang wanita terindah. . .
Dan kini aku hanya mampu untuk sekedar menaruh kekaguman akan dirinya, tak lebih m
ungkin.
Begitu hebatnya kau menciptakan rindu ini
tepat di akhir malam elitisnya sang waktu...

Disini aku terbiasa menggigil menahan rasa takut,
takut akan wujud nyatamu yang terlalu indah untuk ku idamkan terlebih untuk kumiliki...
Aku sadar dirimu hanyalah seseorang yang hanya sebatas aku kagumi saja, tapi nyatanya lebih dari itu,..

Mungkin aku akan mencoba menjelma menjadi manik embun yang menghampiri pagimu,..
lalu Aku akan menjadi mentari selepas itu yang akan menggoreskan cahaya kuning dipipimu,..
Tahukah kau, aku harus bertarung dengan hati sendiri untuk melepas jejak bayangmu menjadi aroma rindu yang akan tumbuh kembali di esok hari,..

Diruang kosong ini ragaku tersekap hampa, jiwaku pun terserak goyah,..
lalu kubiarkan tak tersadar hingga waktunya sampai aku puas terskiti oleh rindumu.

Diruang inilah aku berserah diri, memperbaiki jiwa kerinduan sendiri, meminta lalu menunggu waktu dari ribuan harihari penantian yang tlah usang, Penantian akan Rindu bertemu rindu,..

Yaah, . . Aku seperti pejuang Rindu yang mati sebelum waktunya Mentari terbit,..
Kepada matahari, yang menjadi cahaya permulaan hari
dalam doa dan harapan kucoba sampaikan surat kecilku lewat cahayanya bersama birunya lazuardi langit sebagai pesan kerinduan untuk sang kekasih,..

. . . . .
Wahai Matahari,.. Sebelum kau menepi dan terbenam di cakrawala nanti tolong jangan kau biarkan awanawan berubah menjadi hujan badai yang akan merenggut satu persatu katakata yang telah kutuliskan untuknya,..
Aku merasa tak sanggup bila harus menuliskan kembali surat ini dalam deraian tangis kerinduanku padanya,..
karena aku berharap air mata ini hanyalah untuk pertemuan,
dan bukanlah untuk kehilangan
.

Surat itu bukanlah suatu lembaran puisi atau katakata romantis yang aku punya untuk sekedar menyentuh hatinya.
Aku pun yakin, jika itu adalah lembaran puisi yang indah untuknya,
mungkin juga Dia takkan sekagum ketika aku bisa menemui dirinya langsung tanpa bantuanmu wahai matahari.

Mungkin sedari dulu dia disana juga telah lama menanti pertandaku darimu, atau mungkin juga ia telah lama mengubur rasa penasarannya akan diriku.

AKU disini sebagai seorang insan yang merindu akan kekasih, tapi tolong jangan dulu katakan siapa namaku sebenarnya,.. karena aku takut ia akan gelisah sama sepertiku yang gelisah mencari tau siapa dia.

Terkadang aku juga menerka, terkadang aku juga berkhayal,
namun aku takut salah.

Kepadamu matahari,
sebelum saanyat kau harus kembali ke peraduanmu nanti, untuk sejenak men-jinggalah digaris batas cakrawala senja, aku berharap dia juga begitu menyukai warna Jingga sama sepertiku,..


Jika kau tak sempat, titipkanlah kepada jutaan bintang yang masih tersisa bahwa itu adalah kilauan cahaya sebagai pertanda untukku,
dan di sepertiga malamku, aku akan berdoa untuknya, secepatnya aku akan menemui dirinya...

Dan aku berharap Ia disana juga melihat matahari yang sama, serupa dengan yang kulihat disini, karena kerinduan AKU dan DIA adalah sama,..

Lalu kepada Angin aku bisikan, bahwa Suratku hanyalah sepenggal kata yang tertulis atas nama Cinta;

" Bersabarlah Kekasih, dijalan-NYA kita akan bertemu "



Saya sedang mendengar hujan bercerita
diawali dengan cerita tentang Cinta sepasang remaja
Cinta yang membutakan dunia
seolah olah hidup adalah untuk selamanya dan cinta adalah segalanya...

Mereka lupa, cinta bukan hanya soal bahagia saja, patah hati adalah bagian romantisme dalam bahasa yang berbeda

Hujan mendongeng tentang rindu
rindu yang diam diam dititipkan ke awan
pemilik rindu berharap hujan menyampaikan lewat rintik yang jatuh kebumi
rindu diam diam... serupa gunung es bukan ?
tenang dan kecil di permukaan... didalam menggumpal dan menyesakkan...

Ahh... hujan... hentikan dongengmu sebentar !
aku pun ingin menitip selarik rindu untuk lelaki yang tentu kamu tau
lelaki yang sering kusebut dalam doa ku
lelaki yang kutulis namanya saat tempiasmu menyebabkan embun di kaca jendela...

Aku bukan lagi remaja yang memuja cinta
tapi aku mencintainya tanpa kenal logika
aku mencintainya dengan sederhana, dengan harapan
dia bahagia
itu saja...

Hujan...datanglah lagi...
aku ingin mendengar kau bercerita perihal mimpi...

Cerita tentang hujan dari negeri seberang,
Oleh; Amelia Senja

Jika itu benarbenar ada,
katakanlah dengan kesungguhan padanya
bahwa itu benar-benar apa yang kau rasa,..

Jika itu adalah Cinta,
ada baiknya jangan menoleh dari pandangannnya
tataplah penuh arti, karena itu tanda bahwa ia menjadikanmu
kuat dan buktikan bahwa itu nyata ada padamu
saat matamu melihat kedalam dirinya,..

Jika itu Cinta yang kau pilih,
buktikan bahwa dirimu adalah orang yang tepat untuknya
yakinlah bahwa ia mampu untuk selalu ada di singgasana hatimu,..

Namun jika itu bukanlah Cinta yang kau mau,
cukuplah kau beridiri diam di garis pertahanan hatimu
dan cukup melihatnya dari ruang kaca hatimu
sebagai cerminan bahwa Cinta terbaik harus menunggu untuk saat yang tepat,..
Diujung lembayung yang ber.mahkota Jingga
Kutatap Megahnya Langit yang tak bersuara
Dan Akupun membisu,

Hanya sebentar saja kumenatap langit
Seakan aku tlah berada di gugusan Awan jingga

Seperti itulah aku mengagumi senja
Sama seperti aku Mengagumi dirimu
. . . . .

Karena Bagiku Kau indah,
Seperti jingganya langit senja yang meski terkadang tak selalu tampak keindahannya
Indah ketika saat waktu untuknya telah tiba, . .


Mahkota Langit senja


. . . . .
Dan ingatlah kasih

Jingga takkan pernah MATI
Meski Senja datang dan pergi silih berganti




HL


Untukmu kekasih , . .

Kau laksana cahaya,
Bagai purnama dalam gelap malamku
Dan aku bagai pungguk yang tertawan rindu olehmu

Kasihku , . .
Aku mencintaimu
Seperti pujangga yang mencintai syairnya
Aku mencintaimu
Seperti bumi mencintai mentarinya

Kasihku ,
Biarkanlah aku merindumu
Walau hanya sekejap
Ijinkanlah kugapai bayangmu
Walau itu tak bisa kudekap

Kasihku , . .
Rindu ini juga milikmu
Biarlah terus mengalir bersama sang waktu
Aku ada untukmu ,
Karena kau adalah kekasihku,

Bukan hanya untuk sesaat , . .







. . ,Kekasih
Yang tak terungkap
Fantasy Myspace Comments



Entah mengapa
bintang itu enggan memunculkan diri
langit yang biasanya ramai
tapi...
Mendung kelabu itu selimuti garis-garis langit
Seperti ingin menutupi garis sebuah kehidupan
Menutupi kenyataan perasaan ini...

Entah mengapa
Bulan manis itu enggan melepas tawanya
Yang biasa ia lembut menyapa
Tapi...
Halilintar itu datang dengan garang mengganti senyumnya
Merah seakan marah...

Hanya ingin mengusik mu,
Ribuan malaikat pun turun dari kaki langit
Mencoba menyapamu
membujukmu dengan sekuntum mawar
Dan secawan anggur merah...

Tapi...
Aku disini,
Tak kan kubiarkan
Satu malaikat pun
Mengambil tahta terindah di hatimu

Tak ingin melepasmu pergi dari singgasana hatiku
Hanya karena mendung kelabu
Hanya karena tajam nya tatapan halilintar itu
Hanya karena senyum palsu malaikat itu
Mencoba menggodamu...

Memang yang kubawa untukmu hanya
Segenggam cinta Dan setetes harapan...

Jika kau memilih tetap bersamaku, ambillah setetes harapan itu
Dan akan kuberikan segenggam cinta ini Untukmu...

Karena hanya ini cinta yang ku punya
Segenggam itu segunung lautan dihatimu
Setetes itu Seurat nadi kehidupanku...


Percayalah...
hanya aku malaikat hatimu
yang mampu redupkan halilintar itu
yakinkanlah...
hanya aku malaikat hatimu yang mampu menjadi
kemilau bintang untuk hidupmu....

Genggam erat jemari tanganku
Peluk hangatnya tubuhku

Dan Katakan, . .
akulah segalanya yang kau milikki
Akulah malaikat hatimu

Penjaga dikala kau dalam ketakutan
dan kengerian saat kau sepi
Penenang dikala kau gundah dan resah. . .
Jangan lepaskna pelukmu,
Dan aku akan selalu disandaran hatimu

Aku ingin melihatmu selalu tersenyum
mendengarmu saat hening dan sunyi
Ketika kau sedang sendiri

Dan ketika kau kehilangan arah
Panggillah aku, sebut namaku
Dan aku yang kan meyakinkan semua keraguanmu itu
Semua yang kau lewati

Memberimu semangat tuk selalu tegar hadapi Dunia
Memberi harapan tuk tetap bertahan
Aku akan selalu ada untuk mu,
Sampai Kapanpun. . .
Bila cintamu hilang
waktu akan berhenti berdetak dijantungku
musim juga akan berubah mengganti jaman
hati dan hidupku juga ikut memudar,

Kuingin tak ada waktu yang kan berubah saat kau disisi
kuingin melewati semuanya bersamamu
ku ingin mengecup manisnya bibirmu
merasakan riangnya tawamu, hangatnya candamu
yakinkanlah . . .

Dan buat cintamu seperti lukisan dihatiku
yang kau warnai dengan canting kasihmu
agar ku bisa merasakan indahnya anugerah itu
anugerah Cintamu . . .

Karena jiwa ini adalah nafasmu
Dan kuingin hidup dengan nafasmu itu
Menari mengikuti irama kehidupan tanpa bosan
Hingga tak kan ada semi yang tergantikan gersang,
Tak kan ada cerah berganti pudar.


Karena memang tak ada yang bisa menggantikan Cintamu.
kuingin tetap hidup bersamamu.


Denganmu hingga saat debu tlah menguburku,
hingga saat waktu meninggalkanku menjadi kenangan
hingga saat airmata mu jatuh di pipiku itulah saat terakhir hidupku
memejamkan mata dalam kedamaian , . .


Cintamu adalah anugrah bagiku.

Popular Posts

TOP Comments

Followers

Total Pageviews

FanPage