0
Disudut kekosongan aku terpaku
sendiri dengan jendela hati yang terkoyak seakan berjalan menyusuri taman hati yang redup dan hilang ditelan malam
ada kesepian yang terasa dijiwaku
kumelangkah menyusuri malam ditepi taman yang sunyi.
aku mulai mendengar sesuatu berbisik, tak lama kemudian mereka saling terteriak dan mereka bersahutan semakin kencang, ternyata hanya sekelompok jangkrik tengik
aku bertanya....!

apakah kalian temanku....?.
seakan bernyanyi dan merekapun menjawab khas dengan teriakan mereka...
melengking,memekakkan telinga.
mungkinkah mereka tau apa yang sedang kualami...?
dan terus saja mereka menyanyikan nyanyian padang rumputnya dan aku mulai risau mendengarkan mereka seakan mereka menertawakan aku apakah mereka anggap aku ini sebatang pokok kayu tua
mungkin mereka pikir aku akan terus diam dengan tingkah mereka yang aneh... ingin kuinjak mereka satu persatu tapi dengan gesitnya mereka menghindar dan melompat kegirangan
betapa aku semakin tersiksa dengan semua ini aku berlari dan beranjak pergi meninggalkan mereka yang tampak seperti malaikat yang sedang sibuk berpesta

kucoba mengalihkan perasaan ini,
perasaan yang tak mau pergi dari pikiranku

ooh...Tidak...!!!
wahai malam yang kelam...
bebaskan aku dari siksa pikiran ini
dari rasa sepi ini...
dari semua ini...
adakah ruang untuk ku bernafas sejenak....
hingga kutau kapan semua ini berakhir

perasaan yang tak bisa kujalani
perasaan yang tak bisa kubohongi
perasaan yang tak bisa kuungkapkan
perasaan yang tak bisa kulewati
perasaan yang tak bisa kuhindari
perasaan yang membuatku gila

hingga aku tak tau apa sebenarnya yang kucari
aku kehilangan jiwaku ditengah kegelisahan yang kuhadapi
dan memang perasaan itu benar-benar tlah membuat kegilaan padaku
seolah ia nyata tapi seolah ia tak ada didepan mataku
aku merasa kecil dihadapannya
dan merasa aku benar-benar terlepas dari diriku

pantaskah aku...
pantaskah Cintaku untuknya...?
aku ingin semuanya berakhir dicerita yang sempurna
meskipun sulit bagiku untuk sempurna...

Post a Comment

 
Top