31
Pernah Suatu waktu Kita berjalan bersama untuk sebuah tujuan,
Dan tak menyadari seberapa besar mimpi yang kita punya, namun setegar karang yang memaku ombak kita yakin untuk tetap bertahan.

Dan pernah suatu waktu pula kita terpisah untuk satu tujan yang lain,
Namun ketika salah satu antara kita jatuh Kita mencoba saling menopang untuk bangkit bersama.

Suatu ketika Kita terhenti menyaksikan langit yang mahaluas indahnya, dan itu seperti sebuah kebebasan tanpa batas yang kita nikmati bersama.

Ketika Saatnya datang gemuruh dan halilintar, kita terdiam dan berpelukan Dibawah tatapan langit hitam, saling terpaku dan ketakutan merenungi perjalanan kita bersama
Dan suatu waktu Kita bermimpi tentang masa depan dan melihat Matahari yang masih sama, Matahari yang serupa tegasnya tatapan mata dunia melihat harapan kita.
dan Saat malam pun, Rembulan yang menyapa masih terlihat sama, serupa dinginnya tatapan kesunyian dan kepedihan.

Tapi AKU masih bisa bermimpi dalam kepedihan itu, begitupun KAMU.
Karena KITA adalah SATU dari sekian MIMPI,..
KITA adalah IMAJINASI dari adanya dunia,..
KITA adalah PERUBAHAN yang telah terukir dalam rentang waktu yang terus berjalan di mukabumi ini.

Sejenak kita merenunginya bersama ;
Apakah selama ini kita hanya berMIMPI saja dalam tidur yang cukup lama, ataukah kita tak pernah terbangun untuk sejenak dan meraihnya.

Dan kuyakinkan padamu ;
" Tak ada mimpi yang lebih besar selain kemampuan untuk merubah diri sendiri agar menjadi berarti "
Dan Kurasa akhirnya kita akan mengerti, Sebesar apa MIMPI dan keingingan itu.

Post a Comment

 
Top